Top 5 This Week

Related Posts

Wujud Syukur Panen Padi Melimpah Pemdes Dan Masyarakat Majasih Gelar Tradisi Adat Mapag Sri

INDRAMAYU, Kompas.sbs – Kuwu Desa Majasih Tati Sunarti, S.PdI memimpin langsung Syukuran Tradisi Adat Mapag Sri Tahun 2026 Rabu 10/06/2026 yang berlangsung di Halaman depan Kantor Kuwu Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Acara ini wujud syukur warga atas panen padi melimpah + jaga warisan leluhur Indramayu.

Rangkaian acara arak-arak dan kirab Tradisi Adat Mapag Sri yang dilakukan oleh Ibu-ibu Petani dan masyarakat desa Majasih, pembacaan doa selamet sesepuh desa, pemotongan tumpeng beras baru, dan puncak Acara Mapag Sri ini menggelar dengan hiburan Sang Bintang Pantura Sandiwara “Bina Remaja Indah” dari Desa Majasih Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.
Turut hadir dalam acara ini Camat Sliyeg Opik Hidayat.dan Jajarannya, Kuwu Desa Majasih Tati Sunarti S.PdI dan perangkat, Ketua BPD Desa Majasih, Ketua LPMD Desa Majasih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan ratusan ibu-ibu serta Bapak-bapak Petani Desa Majasih.

Kuwu Tati Sunarti, S.PdI mengucapkan
“Alhamdulillah Tahun 2026 panen padi di Desa Majasih barokah, hasil panen cukup berlimpah.
Kemudian acara Tradisi Adat Mapag Sri ini bukan sekedar seremoni saja. Tapi ini merupakan Rem bagi kita supaya tidak lupa dengan Adat Tradisi kita, rejeki dari Allah harus kita syukuri dan dibagi pada sesama. Yang kuat harus menolong yang lemah, hal ini pesat buyut-buyut kita terdahulu.

Sebagai Kuwu perempuan pertama di Desa Majasih, Bu Tati juga menyoroti peran ibu-ibu tani: “Wong wadon Desa Majasih ora kalah. Saking nyebar winih sampe nginjak, kabeh melu. Mapag Sri ya syukur kanggone wong wadon tani.”

Lebih lanjut dikatakan Kuwu Tati Sunarti, ia pesen kepada generasi muda: “Teknologi boleh maju, mesin panen boleh canggih. Tapi jangan lupa asal-usul. Mapag Sri ajaran kita rendah hati dan gotong royong. “Angger adat ilang, Majasih dudu Majasih maning.”, tuturnya.

( Maskuri.S )

Popular Articles