Top 5 This Week

Related Posts

Utamakan Keselamatan Di Atas Segalanya: Dirpolairud Polda Sulut Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran Laut d

Sulawesi Utara,Kompas |Di tengah hingar-bingar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang sangat bergantung pada transportasi laut, sebuah pesan penuh kepedulian kembali digaungkan oleh  Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., mengeluarkan imbauan hangat namun tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, pelaut, hingga operator transportasi laut di wilayah Sulawesi Utara: utamakan keselamatan di atas segala kepentingan lainnya.

Pesan ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan seruan moral untuk menghargai setiap nyawa yang dipertaruhkan di atas ombak.

Kombes Pol Bayuaji mengingatkan bahwa laut Sulawesi Utara, meski indah, memiliki karakter yang dinamis dan kerap dipengaruhi oleh cuaca ekstrem serta gelombang tinggi yang dapat berubah secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kewaspadaan harus menjadi budaya sehari-hari, bukan hanya saat badai datang.

Dalam imbauannya, Dirpolairud menegaskan bahwa kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung, sekoci (life raft), dan perlengkapan darurat lainnya wajib tersedia dalam kondisi baik dan sesuai dengan jumlah penumpang.

“Jangan biarkan jaket pelampung hanya menjadi pajangan di dinding. Pastikan setiap penumpang tahu cara menggunakannya. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas mutlak sebelum mesin kapal dinyalakan,” ujar Kombes Pol Bayuaji dengan nada serius namun penuh empati, Minggu 26 Juli 2026

 

Ia juga mengingatkan seluruh nakhoda dan pengguna jasa untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi ini adalah panduan vital untuk mengambil keputusan strategis: apakah layak berlayar atau harus menunggu.

Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah larangan memaksakan pelayaran saat kondisi cuaca memburuk. “Apabila angin bertiup kencang atau gelombang laut tinggi, keberangkatan kapal sebaiknya ditunda. Jangan ada kata ‘terlanjur’ atau ‘sayang rugi’ ketika bertaruh dengan nyawa. Lebih baik terlambat sampai daripada tidak sampai sama sekali,” tegasnya.

Sikap ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat yang sering kali menganggap penundaan jadwal sebagai kerugian ekonomi. Padahal, keselamatan adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Selain aspek teknis dan cuaca, Kombes Pol Bayuaji juga menyoroti pentingnya ketaatan terhadap aturan kapasitas muatan. Operator kapal diminta keras untuk tidak mengangkut penumpang atau barang melebihi batas yang diizinkan (overload). Kelebihan muatan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengurangi stabilitas kapal dan meningkatkan risiko tenggelam saat menghadapi ombak besar.

“Seluruh prosedur administrasi dan persetujuan berlayar dari Syahbandar juga wajib dipenuhi. Ini bukan birokrasi yang menyusahkan, tapi filter keamanan untuk memastikan kapal dan awak siap menghadapi perjalanan,” tambahnya.

Popular Articles