Top 5 This Week

Related Posts

Warga Mengeluh Antrian Panjang SPBU Kilo 5 Panjang P

ANTRIAN BBM DI SPBU KILO 5 MERESAHKAN: JALANAN MENJADI MACET, KENDARAAN BESAR TERHAMBAT, WARGA BERAU MENGELUH

Kompas sbs ,Selasa 01september 2026,Pada jam 11.00 wita  Berau, Kalimantan Timur — Situasi antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kilo 5, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi keluhan luas sekaligus masalah yang meresahkan warga maupun pengguna jalan sekitar. Antrean kendaraan yang panjang terus-menerus meluber hingga ke badan jalan utama, menyebabkan kemacetan parah serta menghambat pergerakan kendaraan besar yang rutin melintasi jalur tersebut Keluhan ini disampaikan langsung oleh sejumlah warga, pengendara, dan pengemudi kendaraan niaga yang melintas di jalan tersebut, menyebutkan bahwa kondisi seperti ini berlangsung hampir setiap hari, bahkan sering memburuk pada jam-jam puncak pagi dan sore hari. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak mengisi BBM tidak tertampung sepenuhnya di dalam area pom bensin, sehingga ekor antrian memanjang menutup sebagian jalur lintas umum. Hal inilah yang memicu kepadatan lalu lintas, menyempitkan ruang gerak jalan, dan memicu kemacetan yang cukup berpanjangan.

Yang semakin mengkhawatirkan, jalur yang dilewati tersebut merupakan jalan yang menjadi akses vital bagi berbagai kendaraan berukuran besar — mulai dari truk pengangkut logistik, truk barang, bus, hingga alat angkut berat yang melayani kebutuhan distribusi barang dan pergerakan warga di wilayah Berau dan sekitarnya. Ketika antrean BBM menutupi sebagian badan jalan, kendaraan besar tersebut menjadi sangat sulit untuk berpapasan maupun berbelok, terjebak berjam-jam di tengah kemacetan sempit yang rawan menimbulkan kecelakaan maupun kerusakan jalan akibat beban berat kendaraan yang berhenti dan bergerak lambat dalam waktu lama.

Dampak yang dirasakan warga dan pengguna jalan:

– Kehilangan waktu dan efisiensi terganggu: Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi tertunda lama, merugikan pekerja, pelajar, maupun pelaku usaha yang mengandalkan ketepatan waktu.

– Distribusi terhambat & biaya meningkat: Truk dan kendaraan pengangkut barang terlambat tiba di tujuan, berpotensi menaikkan biaya operasional dan harga barang.

– Rawan ke Jalur yang menyempit, dikombinasikan dengan kendaraan besar dan pengendara yang terburu-buru, sangat berisiko menimbulkan tabrakan maupun insiden lalu lintas.

– terganggu: Asap kendaraan yang berhenti-mati berlarut-larut mengotori udara di sekitar pemukiman, dan kebisingan mesin terus-menerus mengganggu ketenangan warga yang tinggal di lokasi tersebut.

Berbagai pihak berharap agar pihak pengelola SPBU, Pertamina, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Berau segera turun tangan mencari solusi. Di antaranya langkah yang bisa diambil: pengaturan arus antrean agar tidak meluber ke jalan umum, penambahan petugas pengatur di jam sibuk, evaluasi jumlah dispenser maupun jenis bahan bakar yang tersedia, hingga pengaturan lalu lintas sementara oleh petugas saat antrean memanjang.

Warga dan pengguna jalan berharap masalah ini tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat SPBU Kilo 5 melayani kebutuhan BBM dalam jumlah besar dan jalur tersebut sangat vital bagi perekonomian maupun mobilitas harian masyarakat Berau. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, kemacetan serta ketidaknyamanan yang dirasakan semua pihak dapat diminimalisir demi ketertiban dan keselamatan bersama.

KOMPAS  SBS

Penulis ***** ASRUL HALIM

 

Popular Articles