MarosebouluNews.web id – Pembangunan revitalisasi Gedung SDN 44/1 Padang Kelapo menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan tersebut diduga menggunakan pasir ampo sebagai material campuran bangunan.
Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah warga melihat material pasir yang digunakan di lokasi proyek. Warga mempertanyakan apakah material tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan untuk pembangunan gedung sekolah.
Setelah memperoleh informasi di lapangan, awak media mencoba menghubungi dua orang yang tercantum sebagai panitia pembangunan melalui telepon seluler. Dalam keterangannya, keduanya mengaku tidak mengetahui terkait pembelian material yang digunakan dalam proyek tersebut.
“Kami tidak tahu-menahu mengenai pembelian material itu, karena kami hanya dicantumkan namanya saja dan tidak pernah diajak bekerja sama maupun dilibatkan dalam proses pengadaan material,” ujar keduanya saat dikonfirmasi awak media.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kepada awak media bahwa material pasir yang digunakan diduga berasal dari sekitar lokasi Sungai Batanghari.
“Menurut saya wajar jika pasir tersebut disebut pasir ampo, karena material itu diduga disedot dari tepi Sungai Batanghari yang berada di depan SD ini,” ujarnya kepada awak media.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek, konsultan pengawas, dan instansi terkait segera memberikan penjelasan kepada publik guna menghindari kesalahpahaman serta memastikan kualitas bangunan tetap terjaga.
Selain itu, warga juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap material yang digunakan agar pembangunan sekolah yang dibiayai negara benar-benar menghasilkan bangunan yang aman, kuat, dan berkualitas.
Sampai berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait dugaan penggunaan pasir ampo tersebut.(*Msr)

