Tanjung agung, 24 September 2026,
Lansir Kompas.sbs
Kisah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya tersimpan dalam buku-buku sejarah. Di tengah masyarakat, masih terdapat para pejuang yang menjadi saksi langsung perjalanan bangsa pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Salah satunya adalah Bapak Subari, yang juga dikenal dengan nama Mbak Surip, seorang veteran yang disebut pernah menjadi bagian dari pasukan Siliwangi pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kini, di usia senjanya, kehidupan Bapak Subari jauh dari kemewahan. Ia tinggal sederhana di sebuah lokasi kebun karet milik orang lain. Tempat tinggal tersebut menjadi bagian dari kesehariannya setelah melewati perjalanan panjang sebagai seorang pejuang.
Sosok seperti Bapak Subari menyimpan cerita dan pengalaman berharga tentang masa perjuangan bangsa. Sebagai salah satu saksi sejarah, kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia hari ini memiliki perjalanan panjang dan penuh pengorbanan.
Seharusnya pemerintah pemkab muara enim memberikan fasilitas yang memadai mengingat perjuangan beliau hingga kita mengecap kemerdekaan saat ini.
Di balik kehidupan
sederhananya saat ini, terdapat masa lalu sebagai seorang pejuang yang pernah menjalani masa-masa sulit demi mempertahankan kemerdekaan.
Kisah Bapak Subari juga menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap para veteran dan saksi sejarah tidak seharusnya berhenti pada peringatan hari kemerdekaan saja.
Kehidupan mereka dan cerita perjuangan yang masih mereka ingat merupakan bagian penting dari sejarah yang patut didengar dan didokumentasikan.
Bapak Subari alias Mbak Surip bukan sekadar seorang lelaki lanjut usia yang tinggal di kebun karet. Ia adalah bagian dari generasi yang pernah menyaksikan dan menjalani masa perjuangan bangsa.
Kini, kisahnya menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kemerdekaan memiliki sejarah panjang yang dibangun oleh pengorbanan para pendahu.
Saat di konfirmasi awak media bertanya berapa usia beliau, dengan rendah hati dan suara yang tegas sebagai veteran 1945 beliau mengatakan usia beliau sudah menginjak 117 tahun, karena beliau lahir tahun 1909.
Himbauan masyarakat agar kehidupan beliau lebih di perhatikan lagi oleh pemkab muara dan supaya di beri tempat yang layak sebagai pejuang kemerdekaan yang mempertaruhkan nyawanya demi negara tercinta ini.
Narasumber : Machmud pantauan korupsi
(SETHO KOMPAS.SBS)

