INDRAMAYU, Kompas.sbs – Sebuah truk boks gandengan mengalami kecelakaan tunggal di jalur Pantura, tepatnya di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dalam kejadian tersebut, bagian gandengan belakang truk terlepas hingga terguling di sisi jalan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kapolsek Losarang AKP H. Suhendi menjelaskan, kecelakaan melibatkan truk boks gandengan bernomor polisi L 9581 UK yang dikemudikan Muntoyo (48), warga Mojokerto, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan awal, kendaraan tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Saat melintasi ruas jalan menikung setelah Jembatan Betokan Jumbleng, truk diduga kehilangan kendali dan bergerak ke arah kiri hingga rodanya keluar dari badan jalan beton.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan keseimbangan gandengan terganggu. Sambungan gandengan bagian belakang kemudian terlepas hingga bagian tersebut terguling di sisi jalan.
Meski kendaraan mengalami kerusakan, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Losarang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas yang turun ke lapangan di antaranya Aiptu H. Heri S., Aipda Dedi S., Bripka Kariman, dan Bripka Wahyu I.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur Pantura yang menjadi salah satu akses utama penghubung antardaerah.
Selain mengamankan lokasi kejadian, personel kepolisian melakukan pendataan saksi serta mengupayakan evakuasi bagian gandengan truk yang terguling.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan terhadap arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kapolsek Losarang AKP H. Suhendi mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengemudi saat melintasi jalur Pantura, khususnya pada ruas jalan menikung yang membutuhkan pengendalian kendaraan secara hati-hati.
Pengemudi kendaraan besar juga perlu memperhatikan kecepatan, kondisi kendaraan, serta kestabilan muatan untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Penanganan kecelakaan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian dalam semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, termasuk merespons laporan warga dan membantu menjaga keselamatan pengguna jalan.
( Saimin )

