Top 5 This Week

Related Posts

Tawuran Kian Merasahkan ! Firman Firdaus Sitepu :Peran Aktif Orang Tua dan Guru Lebih Prioritas

 

KARO SUMUT,Kompas.SBS| Belakangan ini, kenakalan remaja mulai meningkat di wilayah Tanah Karo, mereka para pelajar maupun putus sekolah kerap terlibat tawuran, sehingga ini sudah sangat meresahkan, walau pihak penegak hukum sudah bertindak, namun darah muda mereka masih menghilangkan ketakutan mereka.

Dikabanjahe sering terjadi terlebih dimalam hari maupun dini hari, sehingga seorang Jurnalis dan juga pembina komunitas ” Anjas”, Mawar Rita Br Ginting meminta kepada Kapolres Karo, agar terus meningkatkan patroli, mengingatkan kita lagi di malam Tahun Baru kemarin, karena ulah para pelaku tawuran tersebut, menghilangkan nyawa yang tidak bersalah, Almarhum Rojer Sebayang, lebih mirisnya lagi tawuran kembali terjadi di daerah wisata tongging, para pelajar yang melakukan coret-coret kembali terlibat tawuran, bahkan isunya ini melibatkan para warga, sehingga ” Tawuran” betul-betul meresahkan.

Mengingat kejadian ini salah satu anggota DPRD Karo dari Fraksi Partai Golkar, Firman Firdaus Sitepu angkat bicara, mengajak dan juga mengkritisi karena merasa miris, generasi muda Karo sedang tidak baik baik saja.

Firman Firdaus Sitepu saat dikonfirmasi oleh Media Kompas.SBS melalui WhatsApp ( WA), Selasa (21/04/2026) mengatakan, saya sungguh sungguh prihatin dan merasa miris dengan generasi muda kita yang terkontaminasi dengan luar daerah dan ikut ikutan ini, berpotensi menjadikan Tanah Karo Simalem ini akan tercipta ketidak amanan dan ketidak nyamanan.” Ujarnya.

Selain meminta kesadaran para siswa, peran aktif orang tua harus prioritas, jangan terlalu pesimis ke Sekolah dan terlalu membebankan sekolah, karena regulasi sekolah itu saya kira sudah benar dan sudah ada kajian, yang perlu sekali terkait membangun komunikasi antar guru dan orang tua, peran aktif mereka sangat dibutuhkan.” Kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Karo ini.

Firman menilai peran penting orang tua harus lebih dominan, karena para siswa lebih banyak berintraksi dirumah daripada di Sekolah, jadi orang tua yang harus lebih mengetahui perubahan dalam diri anak.” Katanya.

Perkembangan dalam diri anak dalam pertumbuhan kearah dewasa, harus terus peran aktif orang tua yang mengarahkan, bukan rentan dibiarkan apalagi tidak diperhatikan, seolah olah kita hanya merasa tanggung jawab dalam pembiayaan, namun perkembangan kita serahkan ke guru dan sekolah, dan ini sudah salah.” Jelasnya.

“Kita tidak boleh saling menyalahkan dan saling melempar bola, tapi harus ke lebih kerjasama, membangun komunikasi antar guru dan orang tua, setiap tingkah laku harus cepat diperoleh, dan keberadaan sianak perlu selalu diketahui, ingat jangan terlalu menyalahkan guru begitu juga sebaliknya menyalahksn orang tua, tapi kita masyarakat hendaknya harus lebih bergandeng tangan meningkatkan perhatian kepada anak, terutama kalian yang sudah memasuki remaja.” Katanya.

Mendidik dan mengedukasi generasi muda ini penting, berikanlah pemahaman yang baik kepada anak, jangan kita yang menciptakan hal hal yang cenderung membuat mereka mencari jati diri diluar rumah dan salah dalam tindakan.

Dalam kesempatan ini, Firman Firdaus Sitepu juga merasa was was dengan pengaruh perkembangan teknologi, dimana saat ini anak anak saat ini tumbuh dengan fasilitas modern, termasuk smartphone yang terhubung internet.

Hal yang sangat kita kawatirkan, karena tanpa pedampingan, mereka mudah terjerumus kedalam pergaulan yang menyesatkan, penggunaan smartphone harus ada pendampingan, meski si anak sudah duduk di bangku SMA/SMK, mereka diduga labil dan sangat mudah terprovikasi, disinilah peran orang tua harus lebih terbukti, karena menurut saya ini terpenting.” Tegas Firdaus.

Kunci yang lebih efektif agar siswa tidak ikut tawuran, ada usaha orang tua membangun komunikasi dengan si anak, para orang tua harus berupaya lebih akrab dengan si anak, menjadikan sahabat, dan melontarkan dan menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk, serta menjadikan katalisator agar si anak lebih memahami, membuat persepsi yang tepat.” Pungkasnya.

Menurut Firdaus Sitepu, peran seluruhnya juga dibutuhkan, peran lingkungan, dan masyarakat, kita juga berharap agar sekolah membentuk tim pencegahan kekerasan yang terdiri dari, orang tua, tenaga kependidikan serta unsur masyarakat seperti RW, RT dan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama.” Beber Firman Firdaus Sitepu ini.

Peran aktif Pemerintah Daerah dalam sebuah gebrakan, dan menghadirkan psikologi, untuk cakupannya lebih luas, saya optimis bila sinergi yang kuat antar sekolah, rumah, dan lingkungan, ini mempersempit ruang gerak tawuran para pelajar, .Tutupnya.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN

Popular Articles