MATARAM – KOMPAS – Institusi Polri kembali diguncang gempa hebat! Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya secara resmi mengonfirmasi keputusan mengejutkan untuk mencopot AKBP Didik Putra Kuncoro dari singgasana jabatannya sebagai Kapolres Bima Kota.
Bukan sekadar mutasi biasa, pencopotan ini tercium aroma busuk keterlibatan dalam jaringan barang haram.
AKBP Didik diduga kuat terperosok ke dalam lubang hitam narkoba, bahkan disebut-sebut nekat menerima aliran dana “haram” senilai Rp 1 miliar dari seorang bandar narkoba.
Resmi Dinonaktifkan & “Dibuang” ke Mabes
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menegaskan bahwa tindakan tegas telah diambil demi membersihkan nama baik korps Bhayangkara.
“Kapolres Bima Kota sudah dinonaktifkan,” tegas Kombes Pol Mohammad Kholid, Jumat (13/2/2026).
Nasib AKBP Didik kini berada di ujung tanduk. Pasca sanksi tegas tersebut, ia dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan super intensif di Mabes Polri untuk membongkar seberapa dalam keterlibatannya dalam jaringan pengedar narkoba tersebut.
Misteri Hilangnya Sang Kapolres dan Istri
Drama ini semakin memanas setelah Wakapolres Bima Kota, Kompol Herman, memberikan pengakuan mengejutkan.
Ia membenarkan adanya kekosongan kepemimpinan yang mendadak. Namun, yang mengerikan, keberadaan AKBP Didik beserta istrinya kini menjadi misteri besar.
Mangkir Kerja : AKBP Didik dilaporkan tidak pernah lagi menginjakkan kaki di kantor sejak Senin hingga Kamis (9-12 Februari 2026).
Aksi Menghilang: Setelah Kasat Resnarkoba AKP M diciduk Polda NTB terlebih dahulu, AKBP Didik seolah “lenyap”.
Posisi Gelap: “Posisinya saya belum dapat informasi,” ujar Kompol Herman dengan nada getir saat dikonfirmasi,
Polda NTB Tunjuk Pengganti Darurat
Guna meredam kekacauan di wilayah hukum Bima Kota, Polda NTB bergerak cepat menunjuk AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kapolres.
AKBP Erwin, yang merupakan “macan” di bidang kriminal (Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB), diharapkan mampu memulihkan situasi yang tengah bergejolak akibat skandal memalukan ini.
Apakah ini akhir dari karier AKBP Didik, atau justru awal dari terbongkarnya sindikat narkoba yang lebih besar di dalam tubuh kepolisian? Publik kini menunggu keberanian Polri untuk menindak tegas oknum “pengkhianat” seragam cokelat tersebut. (**)

