Top 5 This Week

Related Posts

SBNI Tolak Penutupan Indomaret-Alfamart: Rugikan Pekerja & Rusak Iklim Investasi

Foto ketua SBNI DEPWIL Sumatera Utara Yosafati Waruwu, S.H.,

Kompas.SBS – Medan
Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) resmi menolak usulan Menteri Desa yang mengusulkan penutupan usaha ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, dengan alasan demi menjamin kelangsungan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ketua SBNI Sumatera Utara, Yosafati Waruwu, S.H., menyampaikan empat alasan kuat penolakan tersebut.

Pertama, kebijakan ini dinilai merupakan tindakan sewenang-wenang. Setiap warga negara memiliki hak berusaha yang dilindungi undang-undang, dan usaha ritel tersebut telah beroperasi secara sah dan legal.

Kedua, dampak sosial yang sangat besar. Sektor ritel menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, bahkan hingga 14 juta orang termasuk rantai pasok hulu-hilir. Penutupan ini berisiko memutus mata pencaharian jutaan keluarga dan memicu gelombang PHK massal.

Ketiga, kehadiran KDMP justru seharusnya menjadi solusi membuka lapangan kerja baru bagi 7,24 juta pengangguran di Indonesia, bukan dengan cara merugikan usaha lain yang sudah ada.

Keempat, usulan ini akan merusak citra Indonesia di mata dunia usaha. Ketidakpastian aturan menjadi salah satu penyebab utama investor enggan berinvestasi di Indonesia. Wacana dari pejabat tinggi negara seharusnya tidak menimbulkan ketakutan atau menjadi ancaman bagi pelaku usaha.

SBNI Sumatera Utara berharap Presiden tidak menyetujui usulan tersebut. Pihaknya menekankan, para menteri sebaiknya memberikan masukan positif bagi dunia usaha dan rakyat, serta mendukung program KDMP sebagai upaya nyata menyejahterakan buruh dan masyarakat, bukan dengan menutup usaha yang sudah berjalan.

Pewarta Warianto

Popular Articles