Top 5 This Week

Related Posts

Saat Ketakutan Tak Lagi Berwujud Hantu,”Juminten Edan” Mengguncang Layar Lewat Luka Psikologis yang Menyayat

Jakarta | kompas.Sbs – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan warna baru dalam genre horor melalui film “Juminten Edan”, sebuah karya yang tidak hanya mengandalkan kemunculan sosok menyeramkan, tetapi juga menggali sisi terdalam psikologi manusia, Film yang diperkenalkan kepada publik dalam Gala Premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, itu sukses meninggalkan kesan kuat bagi para tamu undangan, mulai dari insan perfilman, media, hingga pecinta film.

Sejak memasuki area red carpet, atmosfer penuh antusiasme langsung terasa, Para pemain, sutradara, produser, dan kru produksi menyapa para tamu sebelum bersama-sama menyaksikan pemutaran perdana film yang disebut-sebut membawa pendekatan berbeda dibandingkan kebanyakan film horor tanah air.

Alih-alih hanya menghadirkan teror supranatural, “Juminten Edan” menawarkan kisah yang lebih emosional melalui perjalanan hidup seorang perempuan penyandang disabilitas bernama Juminten,Karakter utama digambarkan harus bertahan menghadapi tekanan hidup, trauma masa lalu, hingga penilaian sosial yang perlahan membentuk konflik batin yang semakin mencekam.

Kekuatan film ini justru terletak pada cara cerita membangun ketegangan secara perlahan,Penonton diajak menelusuri lapisan demi lapisan misteri yang tersimpan dalam kehidupan Juminten, hingga akhirnya dihadapkan pada kenyataan yang memancing rasa iba sekaligus ketakutan.

Pendekatan horor psikologis yang diusung mampu menghadirkan pengalaman menonton yang lebih mendalam, Teror dalam film ini tidak semata berasal dari sosok gaib, melainkan dari pergulatan emosi, rasa kehilangan, serta luka batin yang selama ini terpendam.

Secara sinematografi, film ini juga berhasil memperkuat suasana mencekam melalui tata visual yang gelap, komposisi gambar yang intens, serta pengolahan suara yang efektif membangun ketegangan,Unsur drama keluarga yang menjadi fondasi cerita membuat penonton tidak hanya dibuat terkejut, tetapi juga larut dalam konflik emosional setiap tokohnya.

Sejumlah pengamat film yang hadir menilai “Juminten Edan” berpotensi menjadi salah satu film horor Indonesia yang memberikan penyegaran di tengah dominasi cerita horor konvensional, Keberanian mengangkat isu trauma, diskriminasi, dan kesehatan psikologis dinilai menjadi nilai tambah yang memperkaya kualitas narasi.

Dengan sambutan positif pada malam gala premiere, “Juminten Edan” diprediksi mampu menarik perhatian masyarakat luas saat resmi tayang di bioskop, Film ini dijadwalkan menghiasi layar lebar nasional mulai 23 Juli 2026, membawa penonton menyelami kisah yang tidak hanya menebar rasa takut, tetapi juga meninggalkan renungan tentang kemanusiaan, penerimaan, dan kekuatan untuk bangkit dari luka yang paling dalam.

Popular Articles