Top 5 This Week

Related Posts

Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif

JAKARTA | KOMPAS.SBS – Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terentaskan Paling Progresif dalam kegiatan Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas.

Penghargaan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pada Rabu (30/09/2026) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap perjalanan pembangunan yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

Menurut Paulus, capaian tersebut merupakan hasil kerja lintas sektor dan lintas periode pemerintahan dalam memperkuat pelayanan dasar, sumber daya manusia, infrastruktur, konektivitas, serta perekonomian masyarakat.

Paulus menyebut laju pertumbuhan ekonomi Rote Ndao meningkat dari 3,21 persen pada 2024 menjadi 7,96 persen pada 2025. Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu capaian penting pembangunan ekonomi daerah.

Capaian tersebut, kata Paulus, berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah dituntut merancang pembangunan secara lebih efektif dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah.

Selain menerima penghargaan, Paulus juga menjadi narasumber dalam Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026. Dalam forum tersebut, dia membagikan pengalaman Rote Ndao dalam mempertahankan pembangunan setelah keluar dari status daerah tertinggal.

Menurut Paulus, terentaskan dari daerah tertinggal bukan berarti seluruh persoalan pembangunan telah selesai. Ke depan, pemerintah harus memastikan capaian tersebut berlanjut melalui pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan negara, Rote Ndao memiliki tantangan sekaligus potensi ekonomi. Sektor pariwisata, pertanian dan peternakan, perikanan, serta industri garam menjadi sejumlah sektor yang dinilai dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan baru.

Paulus juga menyoroti pertumbuhan ekonomi 7,96 persen pada 2025 yang masih dipengaruhi aktivitas investasi. Karena itu, pertumbuhan tersebut perlu diarahkan menjadi pertumbuhan berbasis produksi yang mampu menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan tambak garam melalui Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN). Paulus mendorong agar tambak segera memasuki tahap produksi sehingga mampu menyerap tenaga kerja tetap dan meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Dia menilai keberlanjutan pembangunan membutuhkan penguatan investasi berkualitas, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk lokal, penguatan PAD, serta keterlibatan masyarakat lokal dan UMKM. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga juga dinilai penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Paulus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, para pemimpin terdahulu, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan titik akhir, melainkan momentum untuk memperkuat pembangunan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Rote Ndao.

Popular Articles