Dalam pesan akhir pekannya, Petrus Tengko menekankan pentingnya menjaga keteguhan hati dan tidak membiarkan rasa takut menguasai diri dalam menghadapi berbagai tantangan global saat ini.
“Mungkin kita tidak selalu tahu apa yang akan terjadi esok hari, tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok. Karena itu, mari tetap saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling menopang dalam kasih,” ujar Petrus dalam keterangan tertulisnya.
Landasan Doa dan Ucapan Syukur
Sebagai penguat pesan spiritualnya, Petrus mengutip ayat suci dari Filipi 4:6, yang mengingatkan agar umat tidak memelihara kekhawatiran yang berlebihan, melainkan membawa segala permohonan kepada Tuhan melalui doa yang disertai ucapan syukur.
Menurutnya, tindakan saling mendoakan bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah kekuatan nyata untuk menghadirkan kedamaian bagi sesama. Ia mendorong agar setiap kader membawa elemen-elemen penting kehidupan—seperti keluarga, sahabat, pekerjaan, pelayanan, hingga masa depan bangsa dan dunia—ke dalam doa-doa mereka.
“Ketika kita tidak mampu berbuat banyak, kita masih dapat berlutut dan berdoa. Dan ketika kita saling mendoakan, kita sedang menghadirkan pengharapan, kekuatan, dan kasih Tuhan bagi sesama,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Mengakhiri pesannya, Petrus Tengko mendoakan agar setiap keluarga besar Pemuda Pancasila senantiasa diberikan kesehatan, kedamaian, serta hikmat dalam mengambil setiap keputusan penting di hari-hari mendatang.
Ia berharap seluruh anggota organisasi dapat menutup akhir pekan dengan semangat baru yang penuh iman dan kasih. “Tetaplah kuat dalam iman, teguh dalam pengharapan, dan setia dalam kasih. Tuhan semesta alam menyertai kita semua,” pungkasnya.



