Beranda blog Halaman 426

Pemilihan Ketua KONI Masyarakat : Wadah Atlet, Bakat Alam Dan Bibit Unggul Ini Harus Lebih Mantap

0

Kalbar, Pontianak : Dibeberapa tempat, pandangan berbagai unsur masyarakat, menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Barat, biasa – biasa saja tidak terlalu berlebihan.

” Ngga ada yang spesial kok, pemilihan ya silakan saja, yang penting kandidatnya bersih, punya konsep program andalan, memiliki pemikiran dan strategi pengembangan organisasi yang selevel Nasional serta tidak dalam sedang terkait perkara korupsi, ” tegas Fatih, pemerhati olah raga volly Kalbar.

Ia mengatakan, soal isu-isu miring, yang muncul spontanitas kepermukaan, memenuhi ruangan publik, harus diluruskan lewat Diklat Maju Daerah, jangan dibikin semakin miring, agar tidak tumbang dan mengganggu jalannya rencana Musyawarah.

Masyarakat itu, sambungnya, ingin yang terbaik, tidak terkontaminasi oleh virus provokator maupun politik kepentingan,
yang justru merusak wadah bibit unggul dalam ranah olahraga Kalimantan Barat, ” terangnya.

Fatih juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpikir optimis dan memberikan masukan, dalam merancang proses pengembangan atlet termasuk bakat alam dan membangun KONI Kalbar agar lebih mantap sekian tingkat dari kemarin.

Sementara, tampak Kapolresta Pontianak, Kombes Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H, menerima audiensi sejumlah organisasi kemasyarakatan, guna melakukan koordinasi serta memastikan Musorprov KONI berjalan aman dan tertib.( Danil.A )

Korupsi Proyek Jalan Mempawah : Anak Gubernur Dipanggil KPK

0

Kalbar: Anggota DPRD Propinsi Kalimantan barat, Arief Rinaldi Norsan, dipanggil KPK sebagai saksi kasus proyek jalan PUPR Kabupaten Mempawah, seperti yang tertulis dilaman news.detik.com, pada (4/12/2025).

Bukan cuma Arief, Emma Suhartini selaku ibu rumah tangga, Notaris Eddy Dwi Pribadi dan Istiqomah Iskandar karyawan swasta, juga ikut dipanggil KPK guna menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Lembaga pemberantas korupsi ini telah memanggil mantan sopir Bupati Mempawah Abudin, pihak swasta Ghazali, Hayati, Bangun Syah Daulay, serta Nikki Hizageri Gunawan.

Langkah KPK dalam penanganan kasus tersebut, tampaknya kali ini lebih mendalami dugaan adanya alur perintah dari Bupati Mempawah, yang saat itu dijabat oleh Ria Norsan, orang tua kandung AR.

” Kebutuhan penyidik untuk mencari keterangan tambahan, terutama proses perencanaan dan penganggaran pelaksanaan proyek pembangunan jalan, ” terang juru bicara KPK Budi Prasetyo.(007 Red )

“Kepedulian Desa Purworejo Layak Jadi Contoh, Solidaritas Bantu Korban Banjir Diapresiasi MAI”

0

Labura, kompas.sbs – Ketua MAI DPC Labuhanbatu Utara, Muhammad Daham, turut hadir dalam kegiatan sosial yang digelar Pemerintah Desa Purworejo, Kecamatan Aek Kuo, untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, mi instan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kepedulian Pemerintah Desa Purworejo terhadap masyarakat terdampak bencana. Muhammad Daham mengapresiasi langkah cepat tersebut dan berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban.

Sementara itu, Ketua MAI PAC Kecamatan Aek Natas, Kamidi, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai gerak cepat dan kepedulian Kepala Desa Purworejo, Ruslan, beserta seluruh perangkat desa.

“Kami dari MAI PAC Aek Natas menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Purworejo atas inisiatif dan kepeduliannya. Langkah seperti ini bukan hanya membantu korban, tetapi juga menjadi contoh nyata solidaritas di tengah bencana,” ujar Kamidi.

Ia berharap kegiatan serupa terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan dan menjaga semangat kebersamaan antarwilayah.

(Tim/Red)

“Diplomasi Kemanusiaan PPWI: Seruan Bantuan Internasional Untuk Ribuan Korban Bencana”

0

Labura, kompas.sbs – Ketua DPC MAI Labuhanbatu Utara (Macan Asia Indonesia), Muhammad Daham, melalui Ketua PAC Kamidi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon cepat Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) dalam menyikapi gelombang bencana alam yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Melihat semakin beratnya kondisi para pengungsi, PPWI bertindak sigap dengan memobilisasi dukungan internasional.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memastikan pihaknya telah resmi mengajukan permohonan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Jakarta. Langkah ini diambil setelah PPWI menerima berbagai laporan dan keluhan dari para wartawan yang berada di wilayah terdampak, banyak di antaranya turut menjadi korban bersama keluarga mereka.

“DPN PPWI menerima banyak sekali keluh-kesah dan permintaan bantuan dari rekan-rekan wartawan di daerah bencana. Mereka bersama keluarganya berupaya bertahan hidup dalam situasi yang sangat sulit. Bahkan ada warga yang desanya hilang diterjang banjir bandang,” ujar Wilson dalam pernyataan persnya, Rabu 03 Desember 2025. Ia menegaskan, PPWI berupaya menggugah kepedulian internasional dengan mengirimkan surat permohonan bantuan, termasuk kepada Kedutaan Besar Rusia.

Langkah diplomatik kemanusiaan PPWI ini bukan hanya untuk meringankan beban korban bencana, tetapi juga memperkuat jejaring solidaritas antar bangsa. Selain Rusia, PPWI juga mengajukan permohonan serupa kepada Kedutaan Besar Maroko, Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Mesir, dan Tunisia. PPWI berharap negara-negara mitra tersebut dapat memberikan dukungan nyata untuk membantu ribuan korban yang masih membutuhkan penanganan darurat.

Adapun kebutuhan bantuan yang diajukan meliputi makanan darurat, pakaian, serta perlengkapan kebersihan untuk mencegah potensi penyakit di lokasi penampungan. PPWI juga menyoroti urgensi dukungan pendidikan berupa buku, alat tulis, dan ruang belajar sementara agar para siswa yang terdampak tetap bisa melanjutkan kegiatan belajar.

Selain bantuan logistik, PPWI turut memohon pengiriman relawan medis, ahli logistik, dan tenaga kemanusiaan guna memperkuat tim tanggap darurat di lapangan. Termasuk pula dukungan sarana transportasi untuk menjangkau wilayah yang masih sulit diakses.

Wilson menegaskan komitmen PPWI dalam memperjuangkan kesejahteraan para korban, sembari memastikan mitra internasional memperoleh informasi akurat mengenai situasi dan kebutuhan mendesak di daerah terdampak. “Kami percaya bahwa solidaritas global dapat memainkan peran penting dalam meringankan penderitaan dan memulihkan martabat mereka yang terdampak,” ungkapnya.

PPWI berharap upaya diplomasi kemanusiaan ini dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas dan sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian lintas negara sangat dibutuhkan dalam masa krisis. “Inisiatif ini kami lakukan karena banyak korban adalah anggota PPWI dan wartawan yang dalam kondisi normal saja sering kesulitan mendapatkan akses bantuan dari pemerintah daerah, apalagi saat pemerintah sendiri sedang kewalahan,” tambah Wilson.

Menutup pernyataannya, Ketua DPC MAI LABURA, Muhammad Daham, menyampaikan terima kasih atas langkah cepat dan kerja keras PPWI. Ia berharap bantuan yang diupayakan dapat meringankan penderitaan para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan.

(Tim/Red)

Proyek P3-TGAI Tebang Kacang : Mutu Jelek, Anggota DPR-RI Wajib Terjun Lapangan

0
Oplus_16908288

Kalbar, Kubu Raya : Satu lagi proyek P3-TGAI milik aspirasi DPR-RI jadi sorotan masyarakat. Paket basah kuyup irigasi yang katanya digaraf Gapoktani Krida Jaya dan Taman Tani Desa Tebang Kacang Kecamatan Sei Raya Kabupaten Kubu Raya, dinilai jauh dari mutu.

” Saya lihat kondisi fisiknya agak lemah dan tampak tidak kokoh. Ini semua karna proses pekerjaannya diluar standar tehnis, meminimalisir material maupun pengurangan volume. Umurnya juga bisa ditebak, 5 bulan kedepan bakal hancur berderai, ” ungkap pemerhati lingkungan.

Dilokasi lain, warga setempat yang minta namanya jangan ditulis mengatakan, yang dapat proyek ini ketua gapoktani. Hanya pelaksanaannya dihandle langsung oleh Ars, pengurus partai, dan teman-temannya yang ada disini bukan kelompok tani. Kami cuma makan upah, disuruh nyambung neruskan gali saluran.

Sementara hasil komunikasi dengan Kasatker OP SDA BWSK 1, Fadiah, melalui chatt wa, menjelaskan, setelah konfirmasi ke P3A nya, Pak Aris itu termasuk kelompok taninya. Di dalam akte, beliau bendahara Poktan.

Kami, lanjutnya, juga sudah melaksanakan sosialisasi ke kelompok tani atau P3A dan Kepala Desa. Dana di transfer langsung ke Rekening petani/P3A melalui bank tanpa pemotongan apapun.

Pemerhati lingkungan tadi berharap pemilik proyek, dalam hal ini Anggota DPR-RI, jangan cuma terima can tepi dan nongkrong dikursi empuk, tetapi terjun kelokasi pekerjaan, layaknya reses, tengok dekat-dekat, sambil ngobrol dengan Gapoktani setempat. Bila perlu lakukan uji tes kelayakan bangunan, guna mengetahui kualitas dan kwantitas hasil pekerjaan.( Red.tim )

Pekerjaan JDU : Dinas Dan Kontraktor Buta Tuli Soal K3

0
Oplus_16908288

Kalbar, Kuburaya :Proyek pekerjaan pengembangan jaringan distribusi utama atau penanaman pipa di Desa Mekar Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, jadi sorotan tajam masyarakat.

” Saya melihat Prosudur dan ketetapan K3, guna menghindari kecelakaan kerja, justru diabaikan. Mereka melaksanakan penggalian tanah ditepi jalan, tanpa alat pelindung diri sebagai upaya antisipasi menjaga keselematan kerja, ” ujar naser, warga sekitar yang kebetulan melintas dilokasi.

Seharusnya, lanjut Naser, Dinas PUPR memberikan warning agar semua para pekerja wajib memakai alat pelindung diri, bukan diam dan slow respon. ” Dinas jangan vakum, tekankan aturan main K3. Jika diabaikan, beri peringatan keras supaya tidak dianggap same tak iye, ” tegasnya.

Paket JDU, segede Rp. 397 Juta rupiah dari tabungan APBD-P KKR Tahun anggaran 2025, yang digarap oleh CV. Karya Utama Putra Mandiri, terbukti tidak mengindahkan ketentuan yang tertulis dalam peraturan K3. Pelaksana maneduli dan tetap menjalankan kegiatannya.

Naser mendesak, Dinas PUPR selaku pengelola, mestinya berani membemberikan ultimatum keras terhadap kontraktor, saat melakukan pengawasan. Bila perlu panggil pelaksananya dan beri sanksi administratif.

” Tetapi kalau Dinas PUPR Kubu Raya ternyata juga tidak mengerti soal aturan main K3, ya realisasinya seperti yang kita lihat sekarang ini, semua para pekerja melakukan aktivitasnya nol APD, ” ungkap Naser.( 007/ Danil A )

Empat Mahasiswa UPMI Bali Perkuat Tim Indonesia Di SEA Games 2025 Cabang Kabaddi

0

KOMPAS.SBS #
Denpasar – Bali || Empat mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali resmi bergabung dalam kontingen Indonesia untuk bertanding pada Kejuaraan SEA Games XXXIII Tahun 2025 di Thailand.

Para mahasiswa tersebut yakni, Ni Putu Nadine Aristya Dewi, I Komang Wahyu Brahmasta, I Gede Jaya Guna, dan I Made Widi Januarta, yang akan turun pada cabang olahraga Kabaddi.

Event bergengsi regional itu berlangsung pada 10–20 Desember 2025 di Chalermphrakiat Sports Operations Center Building, Rajamangala University of Technology Rattanakosin, Bangkok, Thailand.

Keempat mahasiswa tersebut akan berlaga pada tiga nomor pertandingan, yakni Standard Kabaddi, Super Five Kabaddi, dan Three Stars Kabaddi. Mereka menjadi bagian dari skuad nasional setelah melalui proses seleksi dan pemusatan latihan bersama tim Kabaddi Indonesia.

Saat menerima para atlet di kampus, Senin (1/12), Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum., yang didampingi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. I Gusti Putu Ngurah Adi Santika, S.Pd., M.Fis., menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan mahasiswa dalam ajang internasional tersebut.

“Keikutsertaan mereka di SEA Games bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UPMI Bali. Ini bukti bahwa mahasiswa kita mampu bersaing dan berprestasi di tingkat regional,” ujar Rektor.

Prof. Suarta menambahkan, pihak kampus akan memberikan bonus khusus apabila para mahasiswa berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan dan harapan agar mereka tampil maksimal, menjaga sportivitas, serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.

“Tetap rendah hati, fokus, dan berikan yang terbaik. Jadilah inspirasi bagi yang lain bahwa disiplin dan kerja keras selalu membuahkan hasil. Kami seluruh keluarga besar UPMI Bali mendoakan kalian pulang dengan prestasi membanggakan,” pesannya. (Bud)

SPBU 64.79.501 Simpangkan BBM Subsidi. Fungsi Pertamina Dan Hiswana Migas Apa?

0
Oplus_16908288

Sekadau Kalbar: Masyarakat mengatakan, tidak ada satupun SPBU, apalagi milik orang Top, yang terkena sanksi administratif atau proses hukum pidana, ketika prosudur dan ketetapan penyaluran BBM bersubsidi, sengaja dilanggar.

” Contohnya SPBU No. 6479501 Jalur Lintas Kalimantan Poros Tengah, Tapang Semadak Kabupaten Sekadau, yang jelas terbukti kerap melayani jerigen maupun wadah lainnya, toh tetap berjalan lancar, ” ujar warga sekitar.

Konsekwensi lemahnya fungsi Hiswana Migas maupun Pertamina dalam soal penindakan, lanjutnya, membuat rasa kepercayaan publik terhadap dua Lembaga itu turun drastis. Action mereka tidak ada, paling Teken DO dan kirim minyak pesanan Tauke Gendut, setelah itu pulang tidur. Masalah pengawasan melekat, ntar dulu lah.

” Artinya, meskipun banyak SPBU yang meleceng dari aturan main, Pertamina dan Hiswana Migas tidak berbuat cuma diam tanpa ada langkah pencegahan. Padahal Ini hubungannya dengan bentuk kinerja, cerminan tupoksi dan fungsi mereka, ” tegas warga tadi.

Ia memaparkan, seharusnya Hiswana Migas dan Pertamina lebih kental melaksanakan fungsi sosial kontrolnya agar masyarakat kere penerima BBM bersubsidi tidak kecewa berat.( 007 / Danil.A )

Tukang Sayur Kaget Disambangi Polisi, Ternyata Ini Tujuannya

0

Polsek Sebangki~ Polres Landak ~ Polda Kalbar ~ Suasana pagi yang semula berlangsung biasa di sebuah kawasan pemukiman di Kecamatan Sebangki mendadak berubah ketika seorang tukang sayur yang sedang melayani ibu-ibu mendapati kedatangan petugas kepolisian. Sejumlah warga sempat terkejut, mengira kedatangan polisi terkait sesuatu yang mendesak. Namun, kejutan itu berubah menjadi senyum lega setelah mengetahui bahwa petugas datang untuk memberikan himbauan keamanan.

Pada Rabu (3/12/2025), Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah melaksanakan patroli dialogis sekaligus menyambangi tukang sayur keliling. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para pedagang sayur untuk meningkatkan kewaspadaan saat berjualan, terutama terhadap potensi pelaku kejahatan yang memanfaatkan momen di pagi hari ketika lingkungan masih relatif sepi.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., M.H., S.I.K., melalui Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah, menjelaskan bahwa himbauan ini diberikan untuk mengurangi risiko kriminalitas terhadap pedagang keliling yang kerap menjadi target empuk pelaku kejahatan.

“Patroli sambil berdialog ini kami lakukan agar para pedagang lebih berhati-hati, terutama ketika melayani pembeli seorang diri atau saat berada di lokasi yang minim pengawasan,” ujar Aipda Suriansyah.

Lanjut Kanit Binmas menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa para pedagang keliling tidak hanya merasa aman, tetapi juga memahami langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Ia menekankan pentingnya memperhatikan sekitar, menghindari membawa uang dalam jumlah besar, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.

Kanit Binmas juga berpesan kepada tukang sayur agar tidak segan meminta bantuan warga sekitar bila merasa diikuti orang tak dikenal, serta memastikan rute dagang tetap berada pada area yang ramai dan terang.

Sang tukang sayur tampak berterima kasih atas perhatian dan arahan yang diberikan kepolisian. Ia mengaku kaget sekaligus senang karena kepolisian turun langsung memberikan edukasi di lapangan.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kehadiran polisi yang dinilai mampu memberikan rasa aman. Warga berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan, karena sangat membantu menjaga ketertiban lingkungan.

PULUHAN DESA GAGAL CAIR DANA DESA: IJS MAMASA DESAK PEMERINTAH UNGKAP AKAR MASALAH!!

0

 

Mamasa KOMPAS SBS 2 Desember 2025 — Pelaksana Tugas Ketua Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Mamasa, Johar Bonga Karaeng, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Mamasa. Hingga memasuki penghujung tahun anggaran 2025, masih terdapat puluhan desa yang belum menerima pencairan Dana Desa secara 100%, meskipun anggaran tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang bersumber dari APBN dan memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Johar menegaskan bahwa keterlambatan pencairan ini bukan sekadar masalah teknis atau administratif, tetapi telah menjadi polemik serius di lapangan, terutama karena realitas di desa tidak sesuai dengan dokumen perencanaan yang terpampang secara terbuka. Hampir seluruh desa telah memasang baliho APBDes yang memuat rencana program, kegiatan, hingga besaran anggaran. Namun sejumlah kegiatan tidak berjalan, tertunda, atau bahkan belum dimulai akibat dana yang tidak kunjung cair. Hal ini memicu tanda tanya besar di masyarakat, mulai dari mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran hingga menimbulkan spekulasi yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Melihat situasi ini, Johar menginstruksikan kepada seluruh anggota IJS DPW Mamasa untuk mengawal, menelusuri, dan mempertanyakan secara langsung kepada pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun pihak terkait lainnya, mengenai apa sebenarnya kendala yang menyebabkan pencairan Dana Desa mandek hingga sedemikian lama. Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang jujur dan transparan, terutama mengenai anggaran yang menjadi hak masyarakat desa.

> “Ini bukan persoalan kecil. Ketika puluhan desa belum menerima pencairan dana hingga akhir tahun, sementara desa lain sudah cair 100%, maka ini menimbulkan ketidakadilan dan pertanyaan besar. Pemerintah harus terbuka, menjelaskan kepada masyarakat, dan tidak membiarkan persoalan ini bergulir tanpa kejelasan. Warga desa berhak tahu apa akar masalahnya,” tegas Johar Bonga Karaeng.

Johar juga menekankan bahwa keterlambatan pencairan Dana Desa tidak hanya menghambat pembangunan fisik, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik, ekonomi masyarakat desa, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah. Program-program pembangunan yang seharusnya selesai pada tahun berjalan terancam tidak tercapai, dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

Lebih jauh, Johar mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur, mulai dari membuka informasi secara transparan, mempercepat proses administrasi, hingga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kementerian terkait jika problemnya berada di tingkat pusat. Pemerintah menurutnya tidak boleh bersikap pasif ketika puluhan desa menunggu kepastian yang tak kunjung datang.

> “Kami berharap ada solusi yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai warga desa terus bertanya-tanya dalam hati: ada apa? Kenapa kami belum cair? Sementara puluhan desa lain sudah menerima haknya secara penuh. Ketimpangan ini harus dijawab dengan langkah nyata, bukan hanya janji,” tambah Johar.

IJS DPW Mamasa menegaskan komitmen penuh untuk mengawal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, khususnya Dana Desa yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak. Jurnalis memiliki tanggung jawab untuk memastikan publik tidak dibiarkan berada dalam ketidakjelasan, serta mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola anggaran demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

(Ansar)