Beranda blog Halaman 420

Pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Subang Dalam Puncak HUT PGRI ke-80Dan HGN Tahun 2025 Sukses digelar

0
oplus_0

* Bunda Guru Kabupaten Subang Dalam rangka HUT PGRI KPengukuhane -80 dan HGN Tahun 2025 Sukses Digelar*

Dengan Tema Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas

Subang – Dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke – 80 tahun, Dan Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat kabupaten Subang tahun 2025.Berbagai agenda yang berlangsung sepanjang bulan November dilaksanakan tiap cabang PGRI di masing-masing kecamatan, puncak kegiatan HUT PGRI tingkat Kabupaten Subang di pusatkan di alun-alun kabupaten Subang Sabtu (6/12/2025).

Dalam puncak kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh ketua PGRI Subang Dr, H.Aep Saepudin, M.Pd.
dan mendapat antusiasme tinggi dari para pendidik diseluruh kecamatan, yang ada di kabupaten Subang.

Ketua PGRI Kabupaten Subang Dr, H.Aep Saepudin,M.Pd, menyampaikan bahwa peringatan HUT PGRI bukan hanya menjadi bentuk sykur atas perjalanan panjang organisasi guru terbesar di indonesia, tetapi juga momentum untuk memperkuat kompetensi, kreatif, dan solidaritas para pendidik, melalui rangkaian kegiatan ini, kami menghadirikan pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Subang. Yaitu Anggota DPR RI Komisi I, Hj. Elita Budiarto, S,K,M,,M.Si.
sebagai bentuk keperdulian, PGRI Kabupaten Subang juga menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan secara khusus untuk warga terdampak bencana di wilayah Subang selatan.
Dalam kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 653,780.000, yang diserahkan langsung kepada Bupati Subang Ujarnya.

ketua Panitia Abdul Rosid, S.P.d.dengan terselaggaranya seluruh rangkaian kegiatan puncak HUT PGRI dan HGN yang digelar PGRI Kabupaten Subang secara sukses, PGRI kabupaten Subang menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan pendidik di kabupaten Subang unggul, berkarakter dan berdaya saing, Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke -80 PGRI sebagai dikasih tanpa hati untuk masa depan bangsa.

Terakhir Abdul Rosid mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga semua kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses. Punkasnya. (D.Jekiw).

kelurga almarhum ambo masse meharapkam Hakim memutuskan dengan seadil -adilnya

0

 

Poso, 2025 – kompas.bsb Keluarga besar almarhum Ambo Masse menyatakan keresahan dan ketidakpuasan mereka atas penanganan perkara sengketa tanah waris dengan Nomor Perkara 139/Pdt/G/2025/PA.Poso. Menurut pihak ahli waris, rangkaian proses mediasi hingga pemeriksaan lapangan diwarnai sejumlah keanehan dan tindakan yang mereka nilai tidak mencerminkan asas keadilan.

Upaya Mediasi di Desa Gagal Capai Titik Terang

Keluarga menjelaskan bahwa persoalan ini pertama kali dibahas melalui mediasi yang diinisiasi oleh pemerintah desa. Namun, proses tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Atas saran pihak desa, perkara akhirnya dibawa ke Pengadilan Agama Poso untuk mendapat penyelesaian hukum yang lebih jelas.

Mediasi di Pengadilan Juga Tidak Membuahkan Hasil

Sesampainya di Pengadilan Agama Poso, proses mediasi kembali dilakukan sesuai ketentuan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Namun, mediasi kembali menemui jalan buntu. Menurut ahli waris, pihak tergugat terus meminta tambahan bagian harta waris, meskipun keluarga menegaskan bahwa hak tergugat sebelumnya telah diberikan.

Keluarga juga menyampaikan bahwa istri almarhum tidak memiliki keturunan, sehingga pembagian waris menurut mereka mengikuti ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya Pasal 174–176 mengenai ahli waris.

Sidang Lapangan Menghadirkan Hakim, BPN, dan Tokoh Masyarakat

Karena tidak ada titik temu, sidang berlanjut ke pemeriksaan lapangan yang dihadiri oleh majelis hakim, aparat kepolisian, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta tokoh masyarakat setempat.
Namun, bukannya memberikan kejelasan, justru setelah sidang lapangan itulah keluarga mengaku mengalami kejadian-kejadian yang mereka nilai janggal.

Ahli Waris Mengaku Mendapat Tekanan untuk Menandatangani Surat Perdamaian

Menurut kesaksian keluarga, Pada mediasi terakhir ahli waris seakan-akan dipaksa oknum hakim U enisial untuk mendatangani surat pernyataan damai yang bertempat di pengadilan Poso di lantai dua di ruang mediasi bahkan sampai jam 5 sore pada hari Senin satu desember bahkan anehnya hakim sudah menyiapkan surat perdamaian lengkap dengan matrei ada apa. Padahal sejak awal, ahli waris telah menyatakan penolakan terhadap upaya damai selama hak mereka belum ditegakkan.

Keluarga menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan asas hukum yang berlaku, antara lain:

Pasal 1338 KUHPerdata tentang perjanjian yang harus dibuat secara sukarela,

Asas kebebasan berkontrak,

PERMA No. 1 Tahun 2016, yang menegaskan bahwa perdamaian hanya sah apabila dicapai tanpa tekanan.

“Kami tidak mau berdamai karena kami hanya memperjuangkan hak kami. Namun kami justru ditekan untuk menandatangani sesuatu yang tidak kami setujui,” ujar perwakilan ahli waris.

Harapan Keluarga Ambo Masse

Para ahli waris meminta agar:

1. Pengadilan menjamin proses peradilan yang adil, objektif, dan bebas tekanan,

2. Segala bentuk perdamaian yang tidak dilakukan secara sukarela dinyatakan tidak sah,

3. Institusi terkait melakukan pengawasan terhadap proses persidangan,

4. Hak ahli waris diputuskan berdasarkan fakta lapangan dan ketentuan hukum waris yang berlaku.

 

“Kami hanya menuntut keadilan sesuai hukum. Kami berharap semua pihak menghormati proses dan tidak memaksakan kehendak kepada kami,” lanjut perwakilan keluarga.

Penutup

Keluarga Ambo Masse berharap agar perkara ini menjadi perhatian publik dan pihak berwenang, agar penanganan perkara di Pengadilan Agama tetap berjalan sesuai prinsip keadilan, kepastian, dan tanpa intimidasi. endi

 

Proyek P3-TGAI Tebang Kacang Rusak : Anggota DPR-RI, Syarif Abdullah Jangan Cuma Diam

0
Oplus_16908288

Kalbar, Kubu : masyarakat menilai proyek P3-TGAI milik aspirasi Anggota DPR-RI Komisi V Dapil Kalbar satu di Tembang Kacang Kecamatan Sei Raya Kabupaten Kubu Raya, jauh dari cerminan kualitas dan kwantitas.

Paket basah kuyup irigasi milik Syarif Abdullah, yang katanya digaraf oleh Gapoktani Krida Jaya dan Taman Tani Desa Tebang Kacang Kecamatan Sei Raya Kabupaten Kubu Raya, dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis.

” Dilapangan, kondisi fisiknya tampak tidak sempurna. Banyak material yang dikurangi sehingga volume bangunan agak tipis. Ini akibat proses pekerjaannya menyimpang dari acuan bestek. Umurnya juga tidak panjang, diperkirakan cuma 5 bulan, selanjutnya bakal berantakan, ” ujar warga sekitar.

Penduduk lain, yang menolak namanya disebut, mengatakan, proyek ini awalnya punya ketua gapoktani. Namun pelaksananya Ars, pengurus partai dan teman-temannya yang ada disini bukan Gapoktani. Kita hanya makan upah, disuruh nyambung neruskan gali saluran.

” Seharusnya Anggota DPR-RI itu, sebagai pemilik proyek, terjun kelapangan, lihat langsung hasil bangunan tersebut. Jangan cuma terima laporan bagus lantas diam vakum. Kepentingan masyarakat paling utama, ” pintanya tegas.

Disisi lain, hasil tanya jawab dengan Kasatker OP SDA BWSK 1, Fadiah, lewat chatt wa, mengatakan, bahwa setelah konfirmasi ke P3A nya, Pak Aris itu termasuk kelompok taninya. Di dalam akte, beliau bendahara Poktan.

Kami, lanjutnya, juga sudah melaksanakan sosialisasi ke kelompok tani atau P3A dan Kepala Desa. Dana di transfer langsung ke Rekening petani/P3A melalui bank tanpa pemotongan apapun.(007/Tim Invistigasi)

HUT PGRI Ke – 80 Tahun 2025 Bupati Subang Apresiasi Donasi Para guru Untuk Korban Bencana alam

0

*HUT PGRI KE-80, BUPATI SUBANG APRESIASI DONASI PARA GURU UNTUK KORBAN BENCANA ALAM*

*SUBANG* – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri Pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Subang pada Puncak Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025.

Kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Kabupaten Subang, Sabtu (06/12/2025), dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju — Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Pada kesempatan tersebut, dikukuhkan Ibu Hj. Elita Budiati, S.KM., M.Si sebagai Bunda Guru Kabupaten Subang.

Sebagai bentuk kepedulian, PGRI Kabupaten Subang juga menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan secara khusus untuk warga terdampak bencana di wilayah Subang Selatan.

Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp653.780.000, yang diserahkan langsung kepada Bupati Subang, Kang Rey, untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban bencana.

Dalam sambutannya, Bupati Subang Kang Rey menyampaikan apresiasi kepada para guru atas terkumpulnya donasi untuk membantu para korban bencana di Sumatera dan di wilayah Subang Selatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para guru yang hari ini telah mendonasikan uangnya. Terkumpul lebih dari 650 juta pada peringatan HUT PGRI ini. Alhamdulillah, kita bisa bersama-sama memberikan bantuan kepada sesama,” ujar Kang Rey.

Kang Rey juga menyampaikan ucapan selamat dan berkomitmen terhadap kesejahteraan para guru di Kabupaten Subang.

“Selamat ulang tahun untuk para guru. Ini adalah hari kebanggaan bagi Bapak/Ibu. Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, saya betul-betul akan memikirkan para guru yang ada di Kabupaten Subang,” tuturnya.

Kang Rey menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi bangsa dan dirinya berkomitmen untuk berada di garis terdepan ketika para guru mendapatkan gangguan dari orang tua ketika mendisiplinkan anak-anak murid.

“Saya titip anak-anak di Kabupaten Subang untuk dididik dengan benar oleh Bapak Ibu Guru. Saya akan berada paling depan bersama Pak Gubernur ketika para guru mendisiplinkan anak dan mendapatkan gangguan dari orang tua,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kang Rey juga mengajak seluruh pihak untuk berdoa agar Kabupaten Subang dijauhkan dari bencana.

“Doakan Kabupaten Subang di akhir tahun ini jangan sampai ada bencana lagi. Semoga seluruh masyarakat—baik di pantura, tengah, maupun selatan—senantiasa diberikan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Ketua PGRI Kabupaten Subang beserta jajaran, serta seluruh anggota PGRI Kabupaten Subang. (D.Jekiw).

Puncak HUT PGRI Ke -80 pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Subang, Dan berikan Donasi Korban bencana alam

0

*HUT PGRI KE-80, BUPATI SUBANG APRESIASI DONASI PARA GURU UNTUK KORBAN BENCANA ALAM*

*SUBANG* – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri Pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Subang pada Puncak Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Kabupaten Subang Tahun 2025.

Kegiatan tersebut digelar di Alun-alun Kabupaten Subang, Sabtu (06/12/2025), dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju — Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Pada kesempatan tersebut, dikukuhkan Ibu Hj. Elita Budiati, S.KM., M.Si sebagai Bunda Guru Kabupaten Subang.

Sebagai bentuk kepedulian, PGRI Kabupaten Subang juga menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di Sumatera dan secara khusus untuk warga terdampak bencana di wilayah Subang Selatan.

Dari kegiatan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp653.780.000, yang diserahkan langsung kepada Bupati Subang, Kang Rey, untuk selanjutnya disalurkan kepada para korban bencana.

Dalam sambutannya, Bupati Subang Kang Rey menyampaikan apresiasi kepada para guru atas terkumpulnya donasi untuk membantu para korban bencana di Sumatera dan di wilayah Subang Selatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para guru yang hari ini telah mendonasikan uangnya. Terkumpul lebih dari 650 juta pada peringatan HUT PGRI ini. Alhamdulillah, kita bisa bersama-sama memberikan bantuan kepada sesama,” ujar Kang Rey.

Kang Rey juga menyampaikan ucapan selamat dan berkomitmen terhadap kesejahteraan para guru di Kabupaten Subang.

“Selamat ulang tahun untuk para guru. Ini adalah hari kebanggaan bagi Bapak/Ibu. Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, saya betul-betul akan memikirkan para guru yang ada di Kabupaten Subang,” tuturnya.

Kang Rey menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi bangsa dan dirinya berkomitmen untuk berada di garis terdepan ketika para guru mendapatkan gangguan dari orang tua ketika mendisiplinkan anak-anak murid.

“Saya titip anak-anak di Kabupaten Subang untuk dididik dengan benar oleh Bapak Ibu Guru. Saya akan berada paling depan bersama Pak Gubernur ketika para guru mendisiplinkan anak dan mendapatkan gangguan dari orang tua,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kang Rey juga mengajak seluruh pihak untuk berdoa agar Kabupaten Subang dijauhkan dari bencana.

“Doakan Kabupaten Subang di akhir tahun ini jangan sampai ada bencana lagi. Semoga seluruh masyarakat—baik di pantura, tengah, maupun selatan—senantiasa diberikan keselamatan serta dijauhkan dari marabahaya,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Subang, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Ketua PGRI Kabupaten Subang beserta jajaran, serta seluruh anggota PGRI Kabupaten Subang. _(Ulhaq/DOKPIM)_

0

 

 

Tangerang – kompas BSB Polres Metro Tangerang Kota kembali melaksanakan kegiatan Jumat Peduli, sebuah program berbagi dan silaturahmi dengan masyarakat. Pada Jumat (5/12/2025), kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., bertempat di halaman Mapolsek Tangerang, Jalan TMP Taruna, Sukasari.

Kegiatan ini dihadiri para pejabat utama, di antaranya Kasat Binmas AKBP Rahmat Hariyanto, S.E., M.M. serta Kapolsek Tangerang AKP Suyatno, S.H., M.H., bersama puluhan pengemudi ojek online (ojol) dari wilayah sekitar.

Kapolres menyampaikan pesan hangat kepada para pengemudi ojol yang hadir. “Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. Kami ingin menyampaikan sedikit bantuan sebagai bentuk kepedulian dan silaturahmi kepada Bapak-bapak sekalian yang setiap hari berjuang di jalan,” ujar Kombes Pol Jauhari.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan undangan kepada para pengemudi ojol untuk hadir di Polres Metro Tangerang Kota pada Senin, 8 Desember 2025, untuk mengikuti arahan Bapak Kapolda Metro Jaya sekaligus kegiatan pemasangan atribut ojol.

“Kami harap rekan-rekan dapat hadir. Kegiatan ini penting agar sinergi Polri dan para pengemudi di tingkat Polsek, Polres, maupun Polda semakin kuat dalam menjaga situasi kamtibmas,” tambahnya.

Sebanyak 100 paket sembako berisi beras 5 kilogram dibagikan kepada para pengemudi ojol. Pembagian berjalan lancar dan penuh keakraban. Para penerima mengaku sangat terbantu dengan program ini.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit membantu perekonomian di rumah,” ungkap Kombes Pol Jauhari.

Selain berbagi, kegiatan ini sekaligus memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang setiap hari bersinggungan langsung dengan dinamika di lapangan.

suhendi

Mitigasi Sekolah Rawan Tawuran, Kapolres Metro Tangerang Kota Gelar Program Police Go to School

0

KOTA TANGERANG –KOMPAS BSB Dalam upaya mencegah terjadinya tawuran antar pelajar di wilayah Kota Tangerang, Sat Binmas Polres Metro Tangerang Kota melaksanakan kegiatan Police Go to School di SMKN 2 Kota Tangerang pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan berlangsung pukul 10.30 WIB di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jl. Veteran, Babakan, Kecamatan Tangerang.

Kunjungan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi pada sekolah-sekolah yang dinilai rawan terjadi tawuran. Rombongan pejabat Polres Metro Tangerang Kota disambut langsung oleh Ibu Sulastri, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Kota Tangerang, serta sejumlah perwakilan guru lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan sejumlah himbauan penting kepada pihak sekolah, antara lain peningkatan pengawasan keamanan siswa khususnya pada jam pulang sekolah, penguatan komunikasi aktif dengan orang tua, serta penegakan kedisiplinan melalui aturan sekolah yang berlaku. Selain itu, pihak sekolah juga diimbau untuk menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan belajar dan mengintensifkan upaya pencegahan perilaku negatif di kalangan siswa seperti tawuran, pengaruh narkoba atau obat obatan terlarang dan bullying.

Upaya pencegahan tersebut dapat diperkuat melalui sosialisasi dan penyuluhan rutin oleh tenaga pendidik serta dukungan dari instansi atau lembaga terkait di luar sekolah.

Kapolres dalam memberikan arahan kepada pelajar sekolah, juga dihadiri oleh pejabat Polres Metro Tangerang Kota lainnya, di antaranya:

AKBP Rachmad Hidayat, S.E., M.M (Kasat Binmas)

Kompol Toto Sanyoto, S.H (Kasi Propam)

Kompol Riyanto, S.H., M.H (Wakasat Intel)

Kompol Ubaidilah (Ps. Kasat Sabhara)

Iptu Diana Andini Putri, S.Tr.K (Kanit Bintipsos Sat Binmas)

Adapun pihak sekolah yang turut hadir dalam kegiatan mitigasi ini meliputi:

Ibu Sri Sulastri, S.Pd., M.Pd (Kepala SMKN 2 Kota Tangerang)

Bapak Nurdin, S.Pd (Waka Kesiswaan)

Bapak M. Sahrul, S.T (Waka Kurikulum)

Bapak Kurniawan Fitri N., S.Pd (Waka Humas)

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Program Police Go to School ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari tindak kekerasan dan apabila ada gangguan kamtibmas agar segera menghubungi Call Center 110.

suhendi

Bupati Subang Tinjau Langsung Korban Luapan Sungai Di kecamatan Cisalak

0

*Tinjau Korban Luapan Sungai Di Kecamatan Cisalak , Bupati Subang Hadir Berikan Harapan Dan Dukungan Bagi Warga Terdampak*

Subang – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., meninjau warga terdampak bencana luapan sungai di Kampung Cibago, Kecamatan Cisalak, Jumat (05/12/25).

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Subang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir dan tanah longsor. Kampung Cibago menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup berat akibat meluapnya aliran sungai pada Kamis (04/12/25) pukul 14.00 WIB. Sebanyak 25 rumah mengalami kerusakan, sawah terdampak seluas 1.400 m², area kebun seluas 1 hektare, dan total warga terdampak mencapai 212 orang.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, hadir langsung menemui warga, memberikan dukungan, serta menyerahkan bantuan awal. “Saya datang hari ini ingin tahu apa saja yang dibutuhkan, yang penting saudara semua baik-baik saja dan diberikan kesehatan,” ungkapnya.

Pemkab Subang melalui perangkat teknis telah mulai melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk penataan selokan dan pemasangan 50 bronjong untuk menahan luapan air agar tidak kembali masuk ke rumah warga. Selain itu, Kang Rey juga menyempatkan diri menjenguk dua warga yang tengah dirawat di Puskesmas Cisalak dan memberikan santunan. “Dari sekian banyak rumah yang terdampak, ada 5 rumah yang terdampak serius akan kita data dan perbaiki dalam waktu dekat,” ujarnya.

Subang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dengan potensi kerawanan bencana cukup tinggi. Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai antisipasi, mulai dari rapat koordinasi hingga persiapan teknis lintas sektor. Kang Rey menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kedisiplinan dalam pelaporan kejadian secara faktual. “Namun saya memohon dengan sangat agar tidak mempelintir laporan, jangan sampai banjirnya di sini ngambil videonya di aliran sungai yang deras di bawah sana,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa bencana yang terjadi di Cibago bukan banjir bandang, melainkan luapan sungai yang memasuki permukiman warga. Ia turut mengimbau masyarakat yang hendak berwisata untuk menunda sementara waktu demi keselamatan. “Sebelum cuaca belum membaik, saya sampaikan untuk ditutup terlebih dahulu objek wisata di daerah sini, karena harga nyawa lebih mahal dari apa pun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Kang Rey menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang akan memperketat aktivitas penambangan terutama di wilayah selatan. “Saya tak mau kejadian-kejadian yang tak diinginkan terjadi seperti halnya di kota-kota lain, kita harus mulai antisipasi dari sekarang,” ujarnya.

Kang Rey juga menyambut baik kehadiran Desa Tangguh Bencana yang dibentuk melalui kerja sama BPBD Subang. Menurutnya, keberadaan relawan desa sangat penting untuk percepatan laporan, respons awal, hingga penanggulangan bencana. “Kita sangat butuh mereka, dan bilamana ada kejadian bisa direspons cepat baik percepatan laporan, tindakan hingga penanggulangan,” ucapnya.

Menutup peninjauannya, Bupati Subang kembali menegaskan instruksi kepada seluruh Kepala Desa dan Camat di wilayah rawan bencana agar tetap siaga penuh. “Jangan dulu pergi ke mana-mana menjelang akhir tahun, semuanya harus standby. Kita sama-sama jaga warga kita. Jangan sampai ada suatu hal terjadi, Kades dan Camatnya tidak ada di lokasi, saya marah betul nanti. Saya standby 1×24 jam untuk merespon jika ada sesuatu hal terjadi di Kabupaten Subang,” tegasnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Asisten Daerah Bidang II Provinsi Jawa Barat, Kapolres Subang, BPBD Subang, serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Cisalak. (D.Jekiw)

Gubernur Selvanus Aktifkan Mesin Pemerintahan: Kesiapsiagaan Bencana Sulut Ditingkatkan ke Level Maksimal

0

Kompas.sbs

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus kembali memperlihatkan ketegasan arah komando pemerintahan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Bencana dan Pengamanan Aktivitas Masyarakat jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Rakor strategis yang digelar Kamis (04/12/2025) di Wisma Negara Bumi Beringin Manado ini menjadi arena konsolidasi besar seluruh unsur Forkopimda Sulut, instansi vertikal, dan jajaran SKPD Pemprov Sulut untuk mengamankan stabilitas daerah pada momentum Nataru.

Dalam forum resmi tersebut, Gubernur Yulius Selvanus tampil mengukuhkan arah kepemimpinan yang visioner dan presisi. Ia menegaskan bahwa perubahan pola iklim di penghujung tahun telah menciptakan dinamika cuaca yang sulit diprediksi, memperbesar potensi bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah titik rawan.

“Kita tidak boleh lengah. Perubahan pola iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Semua instansi harus siap dan solid, terutama menghadapi risiko banjir dan longsor di wilayah rawan,” tegasnya dalam nada komando yang menggugah seluruh jajaran.

Selvanus kemudian menyoroti data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang kembali menempatkan Sulawesi Utara sebagai daerah dengan tingkat kerentanan tinggi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar seremonial, tetapi kewajiban struktural yang harus ditopang sinergi lintas lembaga.

Tak hanya soal kebencanaan, Gubernur Selvanus menyoroti lonjakan aktivitas warga menjelang Nataru yang diperkirakan meningkat tajam di pusat keramaian, objek wisata, hingga jalur transportasi darat, laut, dan udara. Situasi ini menurutnya harus direspons melalui tata kelola pengamanan yang disiplin dan tanpa celah.

“Selain kesiapsiagaan bencana, kita harus pastikan aktivitas masyarakat selama Nataru berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Tidak boleh ada celah koordinasi,” tegasnya.

Ia menginstruksikan seluruh instansi memastikan kesiapan penuh mulai dari ketersediaan personel, peralatan pendukung, hingga mekanisme respons cepat menghadapi situasi darurat. Penanganan lintas sektor, kata Selvanus, harus bergerak sebagai satu tubuh pemerintahan yang terpadu.

Rakor ini menjadi wadah penyatuan langkah seluruh pemangku kepentingan, memastikan bahwa seluruh unsur pemerintah memiliki satu visi: melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas daerah selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Dengan kehadiran lengkap Forkopimda dan perangkat daerah, Pemprov Sulut menegaskan kesiapan struktural dalam menghadapi dinamika cuaca dan potensi keramaian publik.

Di akhir arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan ajakan kuat untuk mengedepankan kepemimpinan lapangan yang responsif serta koordinasi yang tidak terputus.

“Ini tugas kita bersama. Kesiapan bukan hanya soal peralatan, tetapi juga kecepatan bertindak dan kekompakan di lapangan,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan penuh komitmennya untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat sepanjang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sekaligus memperlihatkan arah kepemimpinan Gubernur Selvanus yang kuat, terukur, dan berorientasi pada perlindungan publik.

Berita ini tidak hanya mencerminkan kesiapan teknis, tetapi juga mempertegas gaya kepemimpinan yang proaktif dan komando pemerintahan yang solid dalam menjaga Sulawesi Utara tetap aman dan terkendali.

#Lee_Us

Demi Untung Gede, SPBU 64.78.509 Kembayan, Salurkan BBM Subsidi Diluar Aturan

0
Oplus_16908288

Kalbar, Sanggau: Terlalu banyak yang mengatakan, tidak ada satupun SPBU yang pernah terkena sanksi administratif, apalagi pidana murni, ketika prosudur penyaluran BBM subsidi, terbukti dan sengaja ditabrak.

” Kendati tidak mayoritas, tetapi hampir setiap SPBU, pasti melakukan pelanggaran penyaluran terhadap minyak milik masyarakat kere dengan cara menjual BBM tersebut kepihak ketiga lewat Jerigen maupun Drum, ” ujar Kord Jaringan Aspirasi Indonesia Kalimantan Barat.

Contoah satu dari sepuluh yang kami inventarisir, katanya, SPBU 64.78.509 Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau, terlihat secara terang-terangan melayani wadah jerigen tanpa ada rasa kuatir apapun.

” Praktek pendapatan kilat puluhan juta rupiah perhari itu, memang sangat sulit dan mustahil untuk dipungkiri, mengingat keuntungan yang didapat, nilainya cukup menggiurkan, ” terangnya.

Ia menyebut, bentuk pengawasan dan tindakan yang lemah dari Pertamina maupun Hiswana Migas, disamping menjadi faktor penyebab, juga membuat rasa kepercayaan publik terhadap tupoksi dan kinerja kedua lembaga tersebut turun drastis.

Fatih berharap Polres, Bupati dan Dewan tidak tinggal diam. Buka aturan regulasi Distribusi BBM bersubsidi dan proses dengan hukum pidana, ( Danil.A / Tim )