Top 5 This Week

Related Posts

Polemik Perumda TRS Dengan Aqua Subang Menjadi Sorotan Komunitas Penikmat Kopi Hitam

*Polemik Perumda TRS Dengan Aqua Subang Menjadi Sorotan Komunitas Penikmat Kopi Hitam*

Subang ,Kompas sbs -Perumda Tirta Rangga Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat menerima pembayaran sebesar Rp.600 juta per bulan dari pabrik air minum PT. Tirta Investama ( Aqua Subang ).

Meskipun demikian, Aqua kini masih mengambil air dari sumur bor mata air milik sendiri dan tidak lagi mengambil menggunakan jaringan milik PDAM Kabupaten Subang Senin (20/4/2026).

Pembayaran sebesar Rp.600 juta per bulan ini berasal dari perjanjian yang dibuat sejak 1994,Dimana PDAM memiliki surat izin pemanfaatan Air (SIPA) dilokasi mata air pertama.

Dasar perjanjian uang disetor PT. Aqua sebagai kontribusi untuk merawat sumber air di area lingkungan sekitar pabrik.

Komunitas Penikmat Kopi Hitam Pram Pratomo Qodarian
Mengatakan pihak PDAM hanya menyalurkan sekitar 5% atau 20 juta dari pajak Aqua ke dua desa disekitar pabrik.
Pram meminta transparansi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM terkait pengelolaan keuangan dan penghasilan , terutama menyangkut penyertaan modal dan kinerja keuangan. Ujarnya.

Transparansi Dana kata Pram setiap rupiah penyertaan modal atau pemasukan dana yang dikelola BUMD harus dipertanggungjabkan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi serta terpercaya pada kepentingan publik,langkah yang dilakukan bahwa akan diaudit oleh
BPK Pusat terkait aliran dana Rp 600 juta dari Aqua Subang tersebut pasca sidak gubernur Jawa Barat Pada Tahun 2025 agar khusus posisi hukum dan pengelolaan keuangan menjadi jelas, jangan menjadi asumsi yang negatif di mata publik, Nah apakah hal tersebut sudah dilakukan apa belum, Terang Pram.

Selanjutnya apabila sudah dilakukan audit apa dan bagaimana hasilnya serta bagaimana dengan kelanjutan kerjasama antara PDAM dengan Aqua Subang tersebut, Apakah masih menyetorkan uang sebesar Rp 600 jt di tahun 2026 ini atau tidak, Kalau tidak berapa sekarang Aqua Subang menyetor Ke PDAM, Tutupnya.

Sampai berita ini ditayangkan pihak media belum bisa mengkonfirmasi kepihak terkait.

  1. Reporter Kompas sbs
    D.jekiw.

Popular Articles