SULUT, MINAHASA SELATAN, KOMPAS.SBS-Pendidikan di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pembentukan karakter, kepedulian sosial, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan peserta didik.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Orientasi dan Latihan Dasar sekaligus penerimaan anggota baru PMR Wira Unit SMA Negeri 1 Tenga, yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Minggu, 11–13 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pembinaan siswa untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus membangun karakter melalui pengalaman belajar di luar kegiatan pembelajaran akademik.
Kepala SMA Negeri 1 Tenga, Tenny Wensi Lela, S.Pd., M.M., memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah.
Bagi sekolah, ruang aktivitas siswa menjadi bagian penting dalam mendorong mereka mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, belajar bertanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.
“Sekolah harus memberikan ruang kepada siswa untuk beraktivitas dan mengembangkan kepribadian, minat, serta bakat mereka,” menjadi semangat yang dikedepankan dalam pembinaan kegiatan siswa di SMA Negeri 1 Tenga.
Dalam konteks tersebut, PMR tidak hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Melalui berbagai kegiatan kepalangmerahan, siswa diperkenalkan pada nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, solidaritas, kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab.
Upaya pembinaan tersebut mendapat dukungan dari PMI Kabupaten Minahasa Selatan di bawah kepemimpinan Ketua PMI Minsel, Elsje Rosje Wongkar-Sumual.
PMI Minsel turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Daisy Rindengan, S.E., yang mewakili Ketua PMI Minsel, bersama Tini Sariowan, S.H., serta Kepala Markas PMI Minsel, Royke Jansen.
Keterlibatan PMI memberikan penguatan terhadap proses pembinaan peserta, khususnya dalam memperkenalkan nilai dan prinsip kepalangmerahan serta keterampilan dasar yang relevan dengan kegiatan PMR.
Bagi peserta didik, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dalam situasi yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk menerapkan sikap disiplin, bekerja dalam kelompok, mengambil tanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pendidikan karakter seperti ini menjadi semakin penting karena sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi muda yang mampu menunjukkan sikap, etika, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui sinergi SMA Negeri 1 Tenga, PMR, dan PMI Kabupaten Minahasa Selatan, pembinaan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga kegiatan ekstrakurikuler benar-benar menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik.
Dari sekolah, nilai kemanusiaan ditanamkan. Dari pengalaman, karakter dibentuk. Dan dari kepedulian, lahir generasi yang siap memberi manfaat bagi sesama.
“Siamo Tutti Fratelli” — Kita Semua Bersaudara.

