Top 5 This Week

Related Posts

Pali – Sebagian besar penanaman jagung yang dilakukan kepala desa se-Kabupaten PALI Sumsel.

 

mulai September–November 2025 sudah dipanen pada Januari–Maret 2026, tapi ada yang baru ditanam April 2026 dan belum panen (masih tumbuh).

 

Jagung hibrida di PALI umur panen sekitar 3–4 bulan setelah tanam.

Desa Betung Selatan tanam April 2026 → baru tumbuh, panen sekitar Juli–Agustus 2026.

Kemudian terkait hasil panen betung selatan bulan Agustus lebih kurang 2 ton. Saat di konfirmasi pihak desa.

Kemudian setelah media mengkonfirmasi lanjutan pihak desa yang engan di sebutkan namanya mengetahui bahwa membeli hasil jagung tersebut pihak dari bulok ternyata di Duga tidak ada dana .

Masyarakat desa betung selatan kecamatan abab kabupaten pali. memberikan apresiasi panen jagung tersebut , pertanyaan masyarakat bagaimana hasilnya panen gagal atau ada hasil jagung tersebut.

 

Pendapat masyarakat: Tidak ada manfaat, merugikan keuangan negara

Banyak warga berpendapat demikian, alasannya:

Biaya besar, hasil kecil: Dana Desa dipakai Rp20–25 juta/hektar, hasil panen sering tidak sebanding modal, bahkan ada yang gagal total atau hasil sangat sedikit.

 

Lahan tidak cocok: Tanah PALI lebih cocok padi, bukan jagung; banyak tanaman kerdil, rusak hama, atau gagal tumbuh.

Dana terbuang: Uang negara/desa habis tapi tidak ada hasil nyata untuk warga, malah merugikan keuangan desa.

Harga jagung tidak menentu: Saat panen harga rendah, petani rugi, tidak ada keuntungan ekonomi.

 

Tujuannya untuk ketahanan pangan & swasembada, memanfaatkan lahan kosong, dan mengurangi impor.

Tapi di lapangan pelaksanaan sering kurang tepat, kurang pendampingan, dan tidak sesuai kondisi lahan, sehingga banyak yang merugi.

  1.  Sebagian sudah panen, sebagian belum. Pendapat masyarakat bahwa ini merugikan negara banyak didasari kenyataan hasil yang tidak sesuai biaya. Dalam yang tersebut di atas Di Duga Tidak ada Manfaat nya bagi masyarakat khusus kabupaten pali Sumsel. 9/6/2026

Popular Articles