MEREKAM KOTA Hadir Kembali, Angkat Narasi Pekerja Informal dan Migrasi di Kupang

0
5

KUPANG, KOMPAS.SBS — Kolektif multimedia SkolMus (Multimedia untuk Semua) kembali menggelar pameran dua tahunan MEREKAM KOTA 2026. Mengangkat tema “pinggir piring: Tubuh, Kerja dan Migrasi Pinggir-Pusat”, pameran arsip publik ini akan berlangsung di de Museum Cafe JKK pada 3–17 Oktober 2026 dan terbuka secara gratis untuk umum.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, MEREKAM KOTA 2026 memperluas pendekatannya ke arah isu sosial yang lebih kompleks berbasis wilayah. Pameran ini menghadirkan hasil penelitian dan pengarsipan mendalam di tiga wilayah Kota Kupang, yaitu TDM, Oesapa, dan Tenau. Ketiga wilayah ini dipilih menjadi ruang untuk menelusuri pengalaman tubuh, kerja, dan migrasi, sekaligus memahami bagaimana relasi pinggiran dan pusat terbentuk dalam kehidupan kota.

MEREKAM KOTA Hadir Kembali, Angkat Narasi Pekerja Informal dan Migrasi di Kupang

Kurator MEREKAM KOTA 2026, Ifana Tungga, menjelaskan bahwa perluasan pendekatan ini dilandasi keinginan untuk terus menggeser pusat narasi sejarah kota ke wilayah yang paling marjinal.

“Kami melakukan investigasi terhadap bagaimana tenaga kerja dari daerah terpinggirkan diserap oleh Kupang dan berkontribusi besar dalam memutar roda perkembangan kota ini. Perspektif inilah yang kami gunakan untuk membaca arsip-arsip di tiga wilayah penelitian,” ujar Ifana.

Secara historis, Kota Kupang telah lama menjadi pusat kekuasaan bagi Pulau Timor dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Melalui rangkaian riset, pengarsipan, dan pengkaryaan tahun ini, MEREKAM KOTA berupaya membongkar dinamika migrasi masyarakat dari daerah terpinggirkan yang masuk ke pusat kota.

MEREKAM KOTA Hadir Kembali, Angkat Narasi Pekerja Informal dan Migrasi di Kupang

Sementara itu, Kurator Pendamping Blesontruses Boymau menambahkan bahwa pameran ini mengajak warga melihat Kupang dari sudut pandang yang berbeda, khususnya dari lensa kehidupan masyarakat yang kerap luput dari perhatian.

“Kita akan melihat sisi dari masyarakat yang sering tidak didengar karena status sosial dan pekerjaan mereka yang berada pada sisi informal. Padahal, pekerjaan-pekerjaan yang mereka lakukan inilah yang membuat Kupang terus berjalan,” tegas Blesontruses.

Bagi masyarakat, akademisi, dan pencinta seni yang penasaran dengan wajah lain Kota Kupang, pameran MEREKAM KOTA 2026 ini menjadi ruang alternatif yang menarik untuk dikunjungi sepanjang paruh pertama bulan Oktober mendatang.