Lansir Kompas.sbs
Lawang Kidul — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Lawang Kidul mengisi khutbah di Masjid An-Nur PLN dengan mengangkat tema “Tobat Nasuhah Membuka Pintu Ampunan Allah SWT.”
Dalam khutbahnya, Ketua MUI Lawang Kidul Bapak MUHAMMAD SAIDINA ALI,S.pdi mengajak para jamaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri dan kembali kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh.
Tobat, menurutnya, bukan sekadar ucapan memohon ampun, tetapi harus diwujudkan dengan kesadaran untuk meninggalkan perbuatan dosa dan memperbaiki diri.
Ia menjelaskan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang benar-benar ingin kembali ke jalan yang diridai-Nya.
“Tobat nasuhah adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, menyesali dosa yang telah diperbuat, meninggalkannya, serta memiliki tekad untuk tidak mengulanginya kembali,” pesan Ketua MUI dalam khutbahnya.
Jamaah juga diajak untuk tidak menunda-nunda bertobat. Kesempatan untuk memperbaiki diri hendaknya dimanfaatkan selama masih diberikan kesehatan dan umur oleh Allah SWT.
Selain meninggalkan perbuatan dosa, tobat juga harus diikuti dengan memperbanyak amal ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Khutbah tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti para jamaah Masjid An-Nur PLN. Pesan tentang pentingnya tobat dan mengharap ampunan Allah SWT diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk terus memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan.
Melalui momentum tersebut, jamaah diingatkan bahwa sebesar apa pun kesalahan seorang hamba, pintu ampunan Allah SWT tetap terbuka bagi mereka yang bertobat dengan tulus dan bersungguh-sungguh.
“Mari kita jadikan tobat sebagai bagian dari kehidupan, bukan hanya ketika sedang menghadapi kesulitan.
Selagi Allah masih memberikan kesempatan, mari kembali kepada-Nya dan memperbanyak amal kebaikan,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Dikutip dari Narasumber : Machmud pantauan korupsi
(SETHO KOMPAS.SBS)

