Rabu, April 15, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Kerajaan Haru adalah Kerajaan Karo yang Terlupakan

Catatan : Roy Fachraby Ginting SH M.Kn Akademisi Universitas Sumatera Utara

MEDAN SUMUT,Kompas.SBS|Haru ᯀᯒᯬ; merupakan sebuah kerajaan yang pernah berdiri di wilayah pantai timur Sumatera Utara dan berkuasa pada kurun abad ke-13 sampai abad ke-16 Masehi.” Ujar Roy Fachraby Ginting, Rabu (15/04/2026) di Padang Bulan Medan Sumatera Utara.

Menurut Brahma Putro dalam bukunya berjudul “Karo dari Zaman ke Zaman” menyebutkan bahwa Pa Lagan diyakini sebagai pendiri dari Kerajaan Haru.

Namun, Kerajaan Haru di pesisir timur Sumatera Utara diyakini didirikan oleh klen Kembaren, yang menurut Pustaka Kembaren (1927) berasal dari Pagaruyung, Minangkabau.

Kerajaan ini bercorak Hindu-Buddha sebelum akhirnya mengenal Islam, dan penduduknya memiliki keterkaitan erat dengan suku Karo.

Catatan sejarah terawal yang menyebut Kerajaan Haru adalah berasal dari catatan Tiongkok dari Dinasti Yuan (akhir abad ke-13 Masehi).

Kerajaan ini juga disebut-sebut dalam sumber catatan Tiongkok dari zaman berikutnya, yakni Yingya Shenglan (1416) dari zaman Dinasti Ming.

Kerajaan Haru juga disebut dalam catatan naskah-naskah Jawa, yakni kitab Nagarakretagama (1365) dan Pararaton (sekitar abad ke-15 Masehi).

Nama kerajaan ini disebutkan dalam Pararaton, yang tepatnya disebut di dalam Sumpah Palapa yang bunyinya :

“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa”

Dalam bahasa Indonesia mempunyai arti :

“Dia, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa

dalam Kakawin Nagarakretagama sebagai negara bawahan sebagaimana tertulis dalam pupuh 13 paragraf 1 dan 2.

lwir niṅ nusa pranusa pramukha sakahawat / ksoni ri malayu, naṅ jambi mwaṅ palembaṅ karitan i teba len / darmmaçraya tumut, kandis kahwas manankabwa ri siyak i rkan / kampar mwan i pane, kampe harw. 

Inilah yang bisa saya ceritakan kali ini, lain waktu kita sambung dengan tulisan yang lain dan yang lebih bermakna, semoga ini bermanfaat bagi kita orang Karo.” Tutup Roy Fachraby Ginting.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

 

Popular Articles