Top 5 This Week

Related Posts

Karna Tolak Dukung Diduga Zulfadli Jadi Korban Kekecewaan Seorang Wali Kota

Kompas.sbs | Kota Langsa – Zulfadli, S.Sos.I., M.M. mengungkapkan bahwa dirinya pernah menolak secara langsung permintaan dukungan politik dari “Jeffri Sentana S Putra” sebelum menjabat sebagai Wali Kota Langsa.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi dalam sebuah pertemuan di sebuah kafe di kawasan Paya Bujuk Blang Pase yang turut disaksikan beberapa orang, di antaranya Popon alias Popon Engkol serta sejumlah tokoh lainnya.

Zulfadli menuturkan, dalam pertemuan tersebut Jeffri menawarkan dirinya untuk memberikan dukungan pada pemilihan Wali Kota Langsa.

Namun, tanpa ragu ia menolak ajakan tersebut.

Saya sampaikan langsung kepada Jeffri, maaf, saya tidak bisa mendukung.

Berdasarkan pengalaman saya, politik sering kali dipenuhi janji yang tidak sesuai kenyataan. Dulu saya pernah mendukung Partai Aceh dengan harapan ada perubahan dan lapangan kerja yang lebih baik, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan masyarakat,” ujar Zulfadli.

Menurutnya, saat itu Popon Engkol sempat mencoba meyakinkannya bahwa Jeffri berbeda dari politisi pada umumnya.

“Popon mengatakan kepada saya, ‘Kalau dia lain, Zul.’ 

Tapi saya jawab, ‘Menurut saya sama saja. Saya sudah cukup kecewa dengan janji-janji politik. Jangan lagi mencoba meyakinkan saya dengan janji yang sama,’” katanya.

Zulfadli mengaku juga menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai kepemimpinan dan kesejahteraan pegawai.

Saya bilang waktu itu, lebih baik saya memilih pemimpin yang benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pegawai dari pada sekadar percaya pada janji politik yang belum tentu terbukti,” ungkapnya.

Meski tidak memiliki rekaman percakapan tersebut, Zulfadli menegaskan bahwa peristiwa itu benar terjadi dan dapat dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang hadir saat itu.

Saya memang tidak merekam pembicaraan itu. Tapi silakan tanyakan langsung kepada Jeffri maupun Popon Engkol. Mereka pasti tahu apa yang saya sampaikan saat itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulfadli menduga sikap kritis yang selama ini ia tunjukkan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Langsa menjadi alasan dirinya mendapatkan perlakuan yang menurutnya tidak adil.

“Saya merasa ada ketidak senangan terhadap saya karena sejak awal saya tidak pernah ikut arus dan selalu menyampaikan kritik secara terbuka.

Karena itu, saya menilai ada kemungkinan perlakuan yang saya terima hari ini berkaitan dengan sikap politik saya di masa lalu,” ujarnya lagi.

Di akhir pernyataannya, Zulfadli menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya selama ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemerintahan dan kepentingan masyarakat, bukan karena faktor pribadi.

“Kritik adalah bagian dari demokrasi. Saya menyampaikan apa yang saya anggap benar demi kepentingan masyarakat.

Jika ada yang merasa terganggu oleh kritik itu, seharusnya dijawab dengan kinerja dan argumentasi, bukan dengan tindakan yang merugikan pihak yang menyampaikan kritik,” pungkasnya.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Wali Kota Langsa.

Popular Articles