BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
Jalaluddin Zky : Pers, Lembaga, dan Pelajar Berperan Membangun Demokrasi Cerdas
SABANG —KOMPAS.SBS | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sabang, Jalaluddin Zky, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan edukasi politik dan demokrasi yang diselenggarakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Sabang bersama Bawaslu Kota Sabang, di Heri Kupi, Kota Sabang.
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.35–18.35 WIB tersebut diikuti berbagai unsur organisasi, lembaga, masyarakat, serta perwakilan pelajar, termasuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Dalam pemaparannya, Jalaluddin menyoroti pentingnya peran pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap politik dan demokrasi.
Menurut perspektif jurnalistik, literasi politik perlu dibangun agar masyarakat mampu memilah informasi, mengenali fakta, serta menentukan sikap secara kritis dan mandiri. Peran tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang rentan diwarnai kabar tidak terverifikasi.
Kehadiran pelajar dan pengurus OSIS turut memberikan makna penting bagi pendidikan demokrasi sejak dini. Lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kepemimpinan, menghargai perbedaan pilihan, serta membangun tanggung jawab dalam proses memilih dan dipilih.
Kegiatan tersebut menghadirkan tujuh narasumber dari unsur Bawaslu, Komisi Independen Pemilihan (KIP), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), ICMI, Kesbangpol, Kaukus Perempuan Politik Indonesia, serta pers. Masing-masing memberikan perspektif sesuai bidangnya dalam memperluas wawasan peserta mengenai politik dan kehidupan demokrasi.
Forum ini menjadi ruang edukasi dan pertukaran gagasan lintas lembaga untuk memperkuat kesadaran politik masyarakat, termasuk generasi muda sebagai calon pemilih.
Demokrasi yang bermartabat membutuhkan informasi yang benar, masyarakat yang kritis, dan generasi muda yang memahami tanggung jawabnya. Pers profesional hadir untuk mencerdaskan publik, sementara pendidikan politik menjadi bekal bagi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
-Mj Eric Karno | Media Kompas.sbs

