ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Di antara tumpukan kayu, pasir, dan semen, harapan baru perlahan tumbuh di UPTD SDN Mbadokai, Kabupaten Rote Ndao. Aktivitas pembangunan yang terus berlangsung menjadi tanda dimulainya perubahan bagi lingkungan sekolah, sekaligus harapan akan hadirnya ruang belajar yang lebih layak bagi generasi penerus.
Revitalisasi UPTD SDN Mbadokai dengan anggaran sebesar Rp1.841.664.564,00 atau sekitar Rp1,84 miliar tersebut terus berjalan. Hingga Selasa (29/09/2026), sejumlah material bangunan telah didatangkan ke lokasi, sementara pekerjaan fisik masih berlangsung.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, material berupa kayu, pasir, dan semen telah tersedia untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan. Sejumlah ruang kelas juga sedang dikerjakan secara bersamaan.
Kepala UPTD SDN Mbadokai, Yosep Liu, S.Pd., menjelaskan bahwa material yang telah diturunkan ke lokasi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan.
“Yang diturunkan ini sudah tersedia untuk pekerjaan,” jelas Yosep.
Menurutnya, persediaan material yang tersedia saat ini diperkirakan masih mencukupi kebutuhan pekerjaan untuk sekitar satu bulan ke depan. Sementara itu, pengadaan material berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan di lapangan.
Ia menambahkan, setiap material yang didatangkan akan digunakan sesuai kebutuhan dan tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, konsultan pengawas pekerjaan, Rido Malelakh, menjelaskan bahwa material yang didatangkan ke lokasi telah disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan kebutuhan konstruksi.
“Material yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan, termasuk kayu, pasir, dan semen,” jelas Rido.
Ia menyebutkan, progres pekerjaan sebelumnya berada di kisaran 20 persen. Namun, pelaksanaan pekerjaan terus mengalami perkembangan karena beberapa ruang kelas saat ini sedang dikerjakan secara bersamaan.
“Progres terakhir sekitar 20 persen. Sekarang sudah berubah karena ada beberapa ruang kelas yang sedang dikerjakan,” ungkapnya.
Rido juga menerangkan penggunaan material kayu dalam pekerjaan konstruksi, termasuk kayu berukuran 5×7 yang digunakan untuk kebutuhan tertentu, khususnya pada pekerjaan beton.
Menurutnya, penggunaan material tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi teknis pekerjaan yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan, pelaksanaan pekerjaan masih menyesuaikan dengan jadwal serta kondisi di lapangan.
Di sisi lain, guru UPTD SDN Mbadokai, Stefen Nalle, S.Pd., turut menyampaikan kondisi pelaksanaan pekerjaan yang berlangsung di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap revitalisasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga sarana dan prasarana pendidikan yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik.
Bagi para siswa, ruang kelas yang layak bukan sekadar tempat untuk membaca, menulis, dan menerima pelajaran. Lingkungan belajar yang memadai juga menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan serta semangat mereka menuntut ilmu.
Karena itu, revitalisasi sekolah ini diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan pada bangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi proses pendidikan di UPTD SDN Mbadokai.
Revitalisasi UPTD SDN Mbadokai dengan nilai pekerjaan Rp1.841.664.564,00 tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Rote Ndao.
Dengan nilai anggaran yang mencapai Rp1,84 miliar, kesesuaian penggunaan material, spesifikasi teknis, serta perkembangan pekerjaan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga diperlukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, harapan masyarakat sekolah kini tertuju pada penyelesaian revitalisasi tersebut. Sebab, setiap ruang kelas yang dibangun bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan, melainkan juga tentang masa depan anak-anak yang akan belajar dan bertumbuh di dalamnya.

