Kompas.sbs-Rote Ndao — UPTD SD Negeri 1 Baa, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, menggelar prosesi penghormatan penuh makna bagi guru purna bakti, Bapak Godlief Balukh, S.Pd., pada Selasa, 28 April 2026. Prosesi tersebut berlangsung dalam balutan budaya lokal melalui tuturan adat Rote sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjang di dunia pendidikan.
Bapak Godlief Balukh, S.Pd. merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang telah mengabdi selama 35 tahun di UPTD SD Negeri 1 Baa. Sebelumnya, ia juga pernah bertugas selama 3 tahun di UPTD SD Negeri Tuabuna. Dengan demikian, total pengabdiannya di dunia pendidikan mencapai 38 tahun.
Acara pelepasan diawali dengan perpisahan bersama di lingkungan sekolah pada siang hari. Kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun.
Pada sore harinya, Kepala UPTD SD Negeri 1 Baa bersama para guru mengenakan pakaian adat Rote dan mengantar Bapak Godlief Balukh kembali ke kediamannya. Prosesi tersebut berlangsung penuh haru dan kekeluargaan.
Setibanya di rumah keluarga, dilaksanakan prosesi tuturan adat Rote sebelum memasuki kediaman. Dalam prosesi itu, dua juru bicara tampil mewakili kedua pihak, yakni Mikron Polin dari pihak sekolah dan Simsoni Balukh dari pihak keluarga.
Keduanya menyampaikan tuturan adat secara bergantian dengan bahasa adat Rote yang sarat makna, berisi ungkapan penghormatan, doa, nasihat, dan ucapan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun di dunia pendidikan.
Prosesi adat tersebut menjadi simbol penghormatan kepada seorang guru yang telah mengabdikan hidupnya demi mencerdaskan generasi bangsa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang tetap hidup di tengah perkembangan pendidikan modern.
Setelah prosesi adat selesai, seluruh rombongan dipersilakan memasuki rumah untuk mengikuti ibadah syukur bersama yang dipimpin Ketua Majelis Jemaat GMIT Menggelama, Ronald Arwady Kollo, S.Th.
Firman Tuhan diambil dari 1 Tesalonika 5:12–22 dengan tema “Menikmati Berkat Tuhan di Masa Purna Bakti”. Dalam khotbahnya disampaikan bahwa masa purna bakti bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan baru untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan terus memberi dampak positif bagi sesama.
“Ia yang telah mengabdi selama 38 tahun tentu telah mengalami banyak penyertaan dan anugerah Tuhan dalam perjalanan hidupnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam perenungan ibadah tersebut.
Suasana ibadah semakin khidmat melalui puji-pujian jemaat dan persembahan lagu rohani dari keluarga besar UPTD SD Negeri 1 Baa serta VG Abraham.
Usai ibadah syukur, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Sebelum menikmati hidangan, terlebih dahulu dilakukan pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun.
Momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena pada hari yang sama Bapak Godlief Balukh, S.Pd. juga merayakan ulang tahunnya yang ke-60 tahun bersama keluarga, rekan kerja, dan para tamu undangan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi PaPi (Patah Pinggang), yakni hiburan bersama melalui musik dan tarian yang menjadi simbol sukacita, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat.
Prosesi pengantaran guru purna bakti dengan tuturan adat Rote ini dinilai menjadi contoh penghormatan bermartabat kepada tenaga pendidik. Selain memuliakan jasa guru, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal dan nilai-nilai kemanusiaan.
Guru boleh memasuki masa purna bakti, tetapi pengabdian, nasihat, dan keteladanannya akan tetap hidup dalam ingatan para murid dan masyarakat yang pernah merasakan jasanya.YH
