Kompas.sbs | Jakarta, 29 Agustus 2026 –– PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) kembali mengangkut barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT. Sebanyak 282,5 ton barang bantuan akan diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Pemuatan barang bantuan ke atas kapal PELNI disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan RI Arif Toha dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. Dari PELNI turut hadir Komisaris Independen Sosialisman Hidayat, Direktur SDM dan Umum Heri Purnomo, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Hana Suhardi, Kepala Cabang PELNI Jakarta M. Ardiansyah dan Sekretaris Perusahaan Ditto Pappilanda. Selain itu hadir pula Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto dan Executive GM Pelindo Yandri Trisaputra.
Direktur SDM dan Umum PELNI Heri Purnomo menyebutkan bahwa pada pengangkutan gelombang kedua ini, jumlah barang bantuan dari instansi dan organisasi yang terkumpul hampir menyentuh 300 ton. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi dan organisasi yang memanfaatkan program angkutan gratis ini untuk membantu korban bencana NTT,” ujar Heri.
Program angkutan gratis untuk barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT dengan kapal PELNI didukung oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI. Heri juga menyebutkan bahwa Kemenhub RI memberikan persetujuan untuk potongan harga 100 persen atas tarif barang dengan kapal penumpang PELNI, khusus untuk barang bantuan bencana.
Menimbang jumlah barang bantuan yang sangat banyak, Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah membagi pengangkutan ke dua kapal penumpang PELNI. Sebanyak 135 paket barang seberat 67,5 ton diangkut menggunakan KM Tidar yang berangkat dari Jakarta pada Sabtu (29/8). Angkutan berikutnya sebanyak 250 paket bantuan seberat 125 ton dan 5 unit kontainer ekuivalen 90 ton akan dibawa oleh KM Dobonsolo dari Jakarta pada Senin (31/8) nanti.
KM Tidar sendiri dinakhodai oleh Capt. Noviansyah Syafrudin, dan KM Dobonsolo oleh Capt. Ahmad.
“Karena minat masyarakat sangat tinggi, sementara kapasitas angkutan barang di kapal penumpang terbatas, kami membagi angkutannya ke dua kapal PELNI. Akan kami pastikan seluruh barang bantuan diterima dengan baik sampai ke NTT via Pelabuhan Lorens Say, Maumere,” ujar Ardiansyah.
Pada pengangkutan gelombang kedua ini, barang bantuan berasal dari sejumlah instansi dan organisasi. Selain bantuan dari Kementerian Perhubungan RI, bantuan juga berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.
“Selain itu masih ada barang bantuan dari Pelindo, LEN, Pindad dan Wijaya Karya. Dari swasta ada dari Coca Cola, untuk organisasi dari DPC INSA Jaya dan Relawan Nusantara. Bantuan juga berasal dari DPP Partai Golkar, Fraksi Golkar DPR RI, dan ormas PPK Kosgoro 1957 yang tadi diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Ibu Sari Yuliati,” Sekretaris Perusahaan Ditto Pappilanda menambahkan.
Sebelumnya pada gelombang pertama PELNI juga mengangkut barang bantuan menggunakan KM Tidar pada 16 Agustus dari Pelabuhan Surabaya. Bantuan TJSL dari gabungan PELNI Group juga diangkut dari Pelabuhan Makassar mengunakan kapal yang sama.
Tentang PELNI
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Informasi dan pertanyaan hubungi:
Firdha Islamy
Manager Komunikasi Korporasi
PT PELNI (Persero)
Telp. 021-6334342 ext. 1310
(red)

