ROTE NDAO, KOMPAS.SBS — Malam penutupan Expo UMKM dan Pameran Pembangunan Kabupaten Rote Ndao 2026 tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan selama sebulan. Bagi Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, malam itu menjadi momentum untuk menitipkan harapan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar berani membangun masa depan melalui usaha.
Di balik ratusan stan yang berdiri selama expo, ada pelaku UMKM yang setiap hari datang membawa hasil kreativitas mereka. Ada makanan lokal, tenunan, kerajinan, hingga berbagai produk yang dibuat dengan harapan sederhana: dikenal, dibeli, dan berkembang.
Paulus melihat expo bukan sekadar tempat masyarakat berjualan. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara kreativitas masyarakat dengan peluang ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, ia mengajak pemuda Rote Ndao tidak hanya bercita-cita menjadi PNS, PPPK, TNI, atau Polri. Menurut Paulus, lapangan pekerjaan di sektor tersebut terbatas, sedangkan peluang usaha terbuka luas bagi mereka yang berani mencoba.
“Pemerintah akan support. Tapi kreativitas dan inovasi harus datang dari pemuda-pemudi Rote Ndao,” kata Paulus.
Ia pun menawarkan dukungan pemerintah bagi anak-anak muda yang memiliki ide usaha. Pemuda diminta membuat proposal bisnis dan berani memulai. Pemerintah, kata Paulus, akan membantu melalui pelatihan, dukungan anggaran, serta membuka akses dengan lembaga perbankan.
Harapan itu tidak hanya diarahkan kepada pelaku usaha di bidang perdagangan. Paulus juga mendorong generasi muda masuk ke sektor pertanian dan peternakan. Pemerintah berencana memberikan dukungan bibit bagi kelompok usaha yang ingin mengembangkan peternakan dengan pola bagi hasil.
Di bidang pemasaran, Paulus meminta pelatihan bagi pemuda diarahkan pada keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Digital marketing, desain produk, dan promosi menjadi kemampuan yang dinilai penting agar produk Rote Ndao mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Pemerintah juga sedang merancang Weekend Bazaar sebagai ruang baru bagi pelaku UMKM untuk terus berjualan setelah expo berakhir. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Civic Center dan dipadukan dengan seni, olahraga, serta hiburan masyarakat.
Tidak berhenti di Rote Ndao, Paulus juga menyampaikan rencana menghadirkan Pasar Rote di Kota Kupang. Produk kuliner, tenun, dan berbagai produk khas Rote Ndao nantinya diharapkan memiliki ruang promosi sehingga masyarakat Rote yang berada di Kupang maupun masyarakat lainnya dapat mengenal dan menikmati produk tersebut.
Paulus percaya, jika peluang tersebut dikelola dengan baik, UMKM dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Ia bahkan menilai nilai transaksi selama expo berpotensi jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan secara sementara.
Namun, di tengah optimisme tersebut, Paulus juga mengingatkan bahwa membangun kesadaran masyarakat membutuhkan proses. Kebersihan, kedisiplinan, kesiapan stan, hingga pengelolaan kegiatan menjadi bagian yang harus terus diperbaiki.
Ia berharap pengalaman selama satu bulan pelaksanaan expo menjadi pelajaran bagi pemerintah dan masyarakat. Kekurangan yang terjadi tidak sekadar menjadi catatan, tetapi menjadi dasar untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.
Setelah menyampaikan apresiasi kepada pelaku UMKM, panitia, masyarakat, dan aparat keamanan, Paulus menutup secara resmi Expo UMKM dan Pameran Pembangunan Kabupaten Rote Ndao 2026.
Lampu-lampu expo mungkin akan dipadamkan dan stan-stan akan dibongkar. Namun, bagi Paulus, semangat yang lahir dari tempat itu diharapkan tidak ikut berakhir. Expo boleh selesai, tetapi keberanian masyarakat Rote Ndao untuk berkreasi, berusaha, dan menciptakan peluang ekonomi diharapkan terus menyala.

