
DISKUSI PUBLIK HARI BURUH INTERNASIONAL: Membangun dialog antara Pemerintah, Buruh, Pengusaha, dan Akademisi untuk Keadilan ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Rakyat
KOLABORASI BEM UNWIRA dan FMN Cabang Kota Kupang disponsori oleh PERISAI Persatuan Rakyat Anti Imperialisme
Hari Jumat 1 Mei 2026
Aula ST. Hendrikus UNWIRA Kupang
Motif/Dasar Pemikiran terlaksananya forum diskusi ini
1. Berangkat dari Realita Buruh NTT yang Kontras:
Sebagai mahasiswa yang hidup dan belajar di Bumi Flobamorata, kami melihat langsung jurang antara wacana “kesejahteraan pekerja” dengan fakta di lapangan. UMK Kupang Rp2,3 juta tidak sebanding dengan harga pangan di pedalaman. 78% pekerja NTT ada di sektor informal tanpa jaminan sosial. Forum ini kami gelar karena diam berarti membiarkan ketimpangan dianggap normal.
2. Menjawab Kegelisahan Generasi Muda NTT:
Ribuan anak muda NTT memilih jadi PMI karena kampung halaman belum sanggup menjamin hidup layak. Sebagai BEM, kami tidak mau kampus jadi menara gading. Forum ini adalah ruang untuk menggugat: sampai kapan NTT hanya jadi pengekspor tenaga kerja murah? Kami butuh kolaborasi yang hasilnya terukur, bukan jargon.
3. Membedah Makna “Kolaborasi” yang Sering Kosong
Kata “kolaborasi” mudah diucapkan di spanduk seminar. Tapi di proyek-proyek NTT, buruh lokal masih jadi penonton, skill tidak ditransfer, K3 diabaikan. Motif kami jelas: membongkar apakah kolaborasi yang ada hari ini benar-benar menyejahterakan, atau hanya mempermanis CSR. Kami mau dengar komitmen, bukan seremoni.
4. Menghidupkan Suara yang Tidak Didengar
Buruh bangunan yang nganggur saat musim hujan, petani tanpa asuransi, nelayan yang hasilnya dihargai murah. Mereka tidak punya panggung. BEM UNWIRA mengambil peran sebagai jembatan, menghadirkan mereka dalam diskusi bersama pemerintah, pengusaha, dan akademisi. Karena kesejahteraan tidak bisa dirumuskan tanpa mendengar yang paling rentan.
5. Merawat Nilai UNWIRA: Pro Ecclesia et Patria
kampus Katolik, kami diutus untuk berpihak pada kaum kecil, sesuai semangat _Ut Vitam Habeant Abundantius_ – agar semua punya hidup yang berkelimpahan. Kesejahteraan pekerja bukan isu ekonomi semata, tapi isu kemanusiaan dan iman. Forum ini adalah ikhtiar kami menjalankan mandat moral itu di NTT.
6. Menolak Formalitas, Menuntut Roadmap
Kami bosan dengan diskusi yang selesai di foto bersama. Motif utama forum ini: memaksa semua pihak keluar dari ruang diskusi dengan kontrak sosial yang bisa ditagih mahasiswa dan rakyat NTT.
Forum ini bukan panggung orasi. Ini ruang interogasi gagasan. Karena bagi kami, kesejahteraan buruh NTT tidak butuh seminar lagi, tapi keberanian untuk jujur dan bekerja.
Pro Ecclesia et Patria, Pro Kesejahteraan Pekerja NTT.
UT VITAM HABEANT ABUNDANTIUS
(Supaya Mereka Memiliki Kehidupan Secara Berlimpah)
Diskusi Publik ini dibuka oleh Ovan Nono Ketua BEM UNWIRA sebagai Penyelenggara
Moderator. Jordan Geru (Pengurus BEM PT UNWIRA)
Narasumber:
1. Yosep Rasi S.Sos.,MSI (KADIS NAKERTRANS PROVINSI NTT)
2. Stanis Tefa SH (Ketua DPD K.SPSI NTT)
3. Toni Angtariksa Dima SE (Sekertaris APINDO NTT)
4. Ernestus Holivil S.Fil,. MPA (Akademisi FISIP UNDANA Kupang)
Penanggap
1. Cakti Kirie (Ketua Umum DPD IMM NTT)
2. Asten Bait Ketua Umum PERMASKKU
3. Andy Sanjaya Kordinator (Daerah BEMNUS NTT)
4. Givaldus Loy (Ketua FMN Cabang Kupang)
5. Max (Ketua LMND Eksekutif Kota Kupang) Syahrul
6. Sukwan SH (Ketua Agra Wilayah NTT)
7. Viguera Mesak (Ketua BEM FISIP UNDANA)
kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari semua peserta



