Top 5 This Week

Related Posts

Diabaikan Pemdes, Pembibit Ikan Paten Langkat Ini Memohon: Dinas Perikanan, Tolong Lihat Kami!

Kompas.SBS – LANGKAT
Perjuangan panjang Joko Peramono (50-an), seorang pembibit ikan paten di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, patut mendapat apresiasi sekaligus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Selama lebih dari dua dekade, tepatnya sejak tahun 2000 hingga kini, Joko telah menggeluti usaha pembibitan ikan paten sepenuhnya menggunakan modal swadaya pribadi, tanpa pernah tersentuh oleh bantuan atau program pemberdayaan dari Pemerintah Kabupaten Langkat.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana bisa seorang pelaku usaha mikro yang telah bertahan selama 24 tahun dengan ketekunan tinggi, justru luput dari radar bantuan pemerintah? Diduga, adanya kesenjangan komunikasi antara masyarakat dan aparatur desa menjadi penyebab utamanya. Kepala Desa Air Hitam dan Kepala Dusun setempat dinilai kurang proaktif dalam menjembatani warganya untuk mengakses berbagai program bantuan yang tersedia, sehingga potensi lokal seperti usaha Joko tetap berjalan secara mandiri dan terbatas.

Memiliki Sertifikat, Namun Kendala Pasar Masih Menghalangi

Saat dikonfirmasi oleh awak media BerswaraFakta.com, Joko Peramono mengungkapkan bahwa usahanya bukan sekadar hobi, melainkan profesi utama yang ia tekuni dengan serius. Ia bahkan telah mengantongi sertifikat resmi sebagai pembibit ikan paten, yang membuktikan kualitas dan legalitas usahanya. Namun, kepemilikan sertifikat tersebut belum sepenuhnya membuka jalan bagi kemudahan pemasaran produknya.

“Selama ini saya berjuang sendiri. Dari membeli induk, merawat benih, hingga memasarkan, semua pakai uang sendiri. Saya tidak pernah minta-minta, tapi setidaknya jika ada perhatian dari pemerintah, proses pemasaran akan lebih mudah,” keluh Joko.

Joko berharap besar agar Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat dapat segera berkunjung ke lokasi kolam bibit miliknya di Desa Kwala Air Hitam. Kunjungan tersebut diharapkan bukan hanya sebagai formalitas, melainkan langkah konkret untuk menilai potensi dan memberikan solusi atas kendala distribusi yang selama ini ia hadapi.

Menagih Kemitraan Strategis

Lebih jauh, Joko memohon kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat untuk dapat menjalin kemitraan strategis. Ia siap menjadi pemasok bibit ikan paten berkualitas bagi program-program pemerintah atau distribusi ke wilayah lain, asalkan ada dukungan fasilitas dan jaringan pasar yang memadai.

“Saya hanya ingin bermitra. Bibit saya sudah bersertifikat dan berkualitas. Jika Dinas Perikanan bisa membantu memasarkan atau menghubungkan saya dengan pembeli skala besar, itu sudah sangat membantu ekonomi keluarga saya dan warga sekitar,” ungkap Joko dengan nada harap-harap cemas.

Kasus Joko Peramono ini menjadi refleksi bagi Pemkab Langkat untuk lebih turun ke bawah (blusukan) dan memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan dan berpotensi, bukan hanya mereka yang vokal atau memiliki koneksi tertentu. Masyarakat menunggu tindak lanjut nyata dari Dinas terkait untuk menjawab jeritan hati para pelaku usaha mikro seperti Joko.

Pewarta Warianto

Popular Articles