Top 5 This Week

Related Posts

Di duga kurang Perawatan Dam Pacar Boyolongu Ambrol,925 Hektare Sawah Terancam Kekuran Air

TULUNGAGUNG.KOMPAS.SBS- Dam Pacar di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, ambrol pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Suara retakan dan pergeseran struktur terdengar beberapa saat sebelum tubuh bendung yang berusia lebih dari 30 tahun itu jebol.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti belum diketahui karena lokasi masih tergenang air. Warga di sekitar lokasi mengaku sempat mendengar suara retakan sebelum bendung ambruk.

Hingga sore hari belum ada pernyataan resmi dari BBWS Brantas maupun Dinas PU SDA Tulungagung terkait penyebab dan penanganan awal.

Dam Pacar memiliki peran vital untuk mengairi sekitar 925 hektare lahan pertanian melalui sembilan Himpunan Petani Pemakai Air atau HIPPA.

Kerusakan ini langsung berdampak pada lima desa di hilir, yakni Pelem, Wates, Pojok, Tanggung, dan Ngranti. Ancaman paling nyata muncul saat memasuki masa tanam ketiga atau MT3, di mana kebutuhan air sangat tinggi.

“Kalau tidak segera diperbaiki, jelas sawah kami akan kekeringan. Ini sudah mau MT3,” kata salah satu petani di Desa Wates.

Ambruknya Dam Pacar memicu kemarahan dan tanda tanya besar dari warga. Banyak yang mengaku sudah lama melihat kerusakan di bendung tersebut.

“Wong sudah lama retak-retak kok. Apa selama ini belum pernah ada perawatan untuk dam tersebut? Katanya mau diinvestigasi, tapi kok malah ambrol duluan,” ujar seorang warga Sanggrahan.

Keluhan serupa juga ramai di grup WhatsApp petani. Mereka menilai perawatan berkala seharusnya dilakukan mengingat usia bendung sudah lebih dari tiga dekade dan menjadi tumpuan ribuan petani di Tulungagung selatan.

Hingga saat ini tim dari BBWS Brantas, Dinas PU SDA, dan pemerintah desa terpantau berada di lokasi untuk melakukan peninjauan. Namun belum ada informasi resmi mengenai hasil assessment, langkah darurat, maupun jadwal perbaikan.

Warga berharap ada kepastian cepat. “Jangan nunggu panen gagal baru bergerak. Ini menyangkut perut 5 desa,” tegas warga lainnya.

Dengan 925 hektare sawah yang bergantung pada Dam Pacar, keterlambatan penanganan dikhawatirkan akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ekonomi petani di wilayah tersebut.(an)

Popular Articles