Koleksi Foto pengumuman kelulusan SMPN 1 Rote Barat Daya
Kompas.sbs-Rote Ndao – Sebanyak 87 siswa kelas IX UPTD SMP Negeri 1 Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dinyatakan lulus 100 persen pada pengumuman kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di lingkungan sekolah, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin, para guru, komite sekolah, orang tua siswa, dan seluruh peserta didik kelas IX.
Kepala UPTD SMP Negeri 1 Rote Barat Daya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada sekolah selama tiga tahun terakhir.
Menurutnya, keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan orang tua, kerja keras guru, serta semangat belajar para peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah bermitra dengan sekolah. Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Banyak proses yang telah dilalui hingga anak-anak berhasil menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh guru yang selama ini bekerja di balik layar menyiapkan proses pembelajaran, menyusun perangkat ajar, membuat soal, hingga membimbing siswa sampai dinyatakan lulus.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah secara resmi mengumumkan bahwa seluruh peserta didik kelas IX yang berjumlah 87 orang dinyatakan lulus 100 persen.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan mengingatkan para siswa agar tidak menyerah pada keadaan dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mewujudkan cita-citanya.
“Semua anak yang hadir di tempat ini adalah anak-anak yang istimewa. Jangan pernah merasa rendah diri karena latar belakang keluarga. Kalian semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang sukses,” kata Apremoi.
Ia menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki para siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik, yakni mental yang kuat, kejujuran, serta ketekunan.
“Kalau ingin sukses, anak-anak harus memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, jujur, disiplin, dan tekun. Banyak orang berhasil bukan karena memiliki uang, tetapi karena memiliki kejujuran dan kepercayaan,” ujarnya.
Selain itu, Apremoi mengajak para siswa untuk mampu melihat dan memanfaatkan berbagai peluang pendidikan yang disediakan pemerintah, termasuk program beasiswa dan bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Usai acara, kepada Kompas.sbs, Apremoi mengaku merasa bahagia dapat hadir langsung dalam momen kelulusan tersebut.
Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Rote Barat Daya memberikan ruang bagi para pemimpin daerah untuk bertemu langsung dengan generasi muda dan memberikan motivasi kepada mereka.
“Saya hadir bukan hanya sebagai Wakil Bupati, tetapi juga sebagai seorang ibu. Saya ingin memberikan semangat kepada anak-anak bahwa mereka semua berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berhak memiliki mimpi yang besar,” ujarnya.
Menurut Apremoi, mimpi merupakan modal awal yang harus dimiliki setiap anak untuk mencapai keberhasilan di masa depan.
“Mimpi itu gratis. Karena itu saya berharap anak-anak yang lulus hari ini kelak menjadi generasi emas Kabupaten Rote Ndao. Mereka bisa menjadi dokter, guru, pengusaha, bahkan bupati dan wakil bupati di masa depan,” katanya.
Saat ditanya mengenai sistem kelulusan dalam Kurikulum Merdeka, Apremoi mengakui bahwa kualitas lulusan perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menilai pendidikan akademik harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga moral dan etika yang baik.
“Pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama. Anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta pembinaan melalui kegiatan keagamaan dan konseling,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu cara untuk mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan pelajar, termasuk kenakalan remaja dan tawuran.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi NTT Simson Polin membagikan kisah perjuangannya saat masih bersekolah.
Ia mengaku pernah hidup dalam keterbatasan ekonomi dan harus bekerja sambil menempuh pendidikan.
Namun, berkat disiplin, kerja keras, dan semangat yang lahir dari dalam diri sendiri, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih kesuksesan.
“Kita boleh lahir dari keluarga sederhana, tetapi jangan menyerah pada keadaan. Semangat harus lahir dari dalam diri sendiri. Itulah yang akan membawa kita menuju keberhasilan,” katanya.
Ia juga meminta para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti belajar setelah lulus SMP.
Selain pengumuman kelulusan, pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa yang dinilai unggul dalam bidang akademik, kepemimpinan, dan karakter.
Penghargaan Best Attitude diraih oleh Rehan Karlen Soiki, penghargaan Best Leader diraih oleh Senja Dwi Candri, sedangkan penghargaan Best Performance diraih oleh Verly Prisly Pah.
Verly Prisly Pah juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat pertama sekaligus dinobatkan sebagai siswa terbaik pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Selain menjadi yang terbaik secara akademik, Verly tercatat sebagai peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Matematika.
Saat diwawancarai, Verly mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan yang diraih bukan semata-mata karena kemampuan pribadi, melainkan karena penyertaan Tuhan, dukungan keluarga, serta bimbingan para guru selama menempuh pendidikan.
Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya adalah disiplin belajar dan aktif mengikuti setiap program yang diselenggarakan sekolah.
Sementara itu, orang tua Verly menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih putrinya, namun menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran besar para guru yang telah mendidik dan membimbing siswa dengan penuh dedikasi.
Ke depan, Verly bertekad melanjutkan pendidikan di SMA ISRA sesuai cita-cita dan harapannya untuk memperoleh pembinaan yang lebih mendalam dalam mengembangkan potensi akademik maupun karakter.
Prestasi yang diraih Verly menjadi kebanggaan bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan lingkungan pendidikan yang baik mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dan siap bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), Verly Prisly Pah meraih nilai tertinggi mata pelajaran Matematika dengan nilai 93,33. Sementara nilai tertinggi Bahasa Indonesia diraih bersama oleh Tsabita Salsabila dan Santa Mariana Nalle dengan nilai 96,67.
Kegiatan ditutup dengan pembagian dokumen kelulusan kepada para siswa dan sesi foto bersama antara siswa, orang tua, guru, serta para tamu undangan.
Kelulusan tahun ini menjadi momentum penting bagi para lulusan SMP Negeri 1 Rote Barat Daya untuk melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rote Ndao.YH

