Top 5 This Week

Related Posts

Dapur MBG Pakisrejo ditutup Usai 66 Orang keracunan,Laporan terkesan ditutup-tutupi

 

TULUNGAGUNG.Kompas.sbs – Program Makan Bergizi Gratis yang katanya untuk menyehatkan anak, justru melumpuhkan 66 orang. Dapur SPPG Pakisrejo, Rejotangan resmi ditutup mulai hari ini setelah puluhan penerima keracunan menu MBG Senin 27 Juli lalu.

Korban berasal dari Desa Pakisrejo dan Banjarejo. Awalnya laporan datang dari perangkat desa pada Selasa 28 Juli. Yang kena duluan kategori paling rentan: balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Gejalanya klasik keracunan: mual, muntah, diare.

Setelah ditelusuri, jumlahnya bukan 2-3 orang. Total 66 orang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan. Semua sudah rawat jalan, tapi trauma dan rasa percaya ke program ini jelas runtuh.

Ketua Tim Pengawas Keamanan Pangan MBG Kecamatan Rejotangan, Eko Sumaryono menyebut biang keroknya sepele tapi fatal: prosedur di dapur tidak sesuai standar. Hasilnya, menu jadi basi dan langsung disajikan ke warga.

Yang lebih membuat geram, ada dugaan upaya menutup-nutupi.
Eko menyayangkan sikap Kepala SPPG yang tidak transparan. Laporan awal dari kader posyandu soal makanan basi diabaikan. Bahkan perawat desa dilarang melapor ke Kepala Puskesmas. Seolah ingin masalah ini dikubur sebelum meledak.

“Ini bukan soal basi satu panci. Ini soal nyawa orang. Apalagi yang kena ibu hamil dan balita,” ujar Eko.

Sampai berita ini ditulis, Korwil BGN Tulungagung Sebrina Mahardika belum memberikan respons saat dikonfirmasi. Sementara dapur SPPG Pakisrejo sudah distop operasinya. Tapi sampai kapan? Eko sendiri mengaku tidak tahu karena keputusan ada di tangan BGN pusat.

66 orang keracunan bukan angka kecil. Itu satu RT.
MBG digadang-gadang jadi solusi gizi. Tapi kalau dapurnya asal masak, pengawasnya bungkam, dan pengelola sibuk nutupi, maka program ini berubah jadi program Makan Berisiko Gawat.

Pertanyaannya sekarang: siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang mengawasi? Dan berapa banyak dapur MBG lain yang “prosedurnya tidak sesuai” tapi belum ketahuan?

Warga Pakisrejo dan Banjarejo berhak dapat jawaban. Bukan cuma nasi bungkus dan permintaan maaf.(an)

Popular Articles