Top 5 This Week

Related Posts

Belajar dari Nehemia, Pdt Fresna Mengga Ajak Jemaat Berdoa dan Berbakti bagi Bangsa

Doc Foto Desain Kompas.sbs

ROTE NDAO | KOMPAS SBS – Jemaat mengikuti Ibadah Minggu Bulan Kebangsaan yang digelar pada Minggu (2/8/2026) dengan mengusung tema “Berdoa dan Berbakti bagi Bangsa”. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Fresna Mengga, M.Si, dengan bacaan firman Tuhan dari Nehemia 1:1-11, yang mengisahkan kepedulian Nehemia terhadap kondisi bangsanya serta doanya memohon pemulihan bagi Israel.

Dalam khotbahnya, Pdt. Fresna menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak harus diawali dengan menjadi pejabat, tokoh masyarakat, ataupun pahlawan. Menurutnya, setiap orang dapat berkontribusi bagi bangsa melalui tindakan sederhana yang membawa dampak nyata.

“Pengabdian kepada bangsa tidak harus menunggu kita memiliki jabatan atau kedudukan tertentu. Setiap orang dapat mengabdi melalui kepedulian, keteladanan, dan kesetiaan menjalankan tanggung jawabnya,” katanya.

Mengacu pada Nehemia 1:1-11, Pdt. Fresna menjelaskan bahwa Nehemia, yang saat itu menjabat sebagai juru minum Raja Persia, tetap menunjukkan kasih yang besar kepada bangsanya. Ketika mendengar kabar bahwa tembok Yerusalem telah runtuh dan penduduk yang tersisa hidup dalam kesengsaraan, Nehemia menangis, berpuasa, dan berdoa memohon pengampunan serta pemulihan bagi Israel.

Menurutnya, sikap Nehemia menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bangsa dimulai dari hati yang peka terhadap penderitaan sesama. Doa yang dipanjatkannya bukan hanya memohon pemulihan ekonomi dan sosial, tetapi juga pemulihan rohani agar bangsa Israel kembali hidup sesuai kehendak Allah.

Pdt. Fresna mengatakan teladan Nehemia sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Ia mengajak jemaat untuk peduli terhadap berbagai persoalan bangsa, seperti ketidakadilan, kemiskinan, stunting, penyebaran HIV, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

“Kepedulian itu dimulai dari diri sendiri. Kita dapat menjadi pribadi yang jujur, bekerja dengan sungguh-sungguh, memperhatikan kesehatan dan gizi anak-anak, serta tidak menyalahgunakan jabatan atau kepercayaan yang diberikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dan kedudukan harus digunakan untuk melayani serta menjadi berkat bagi sesama, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun menindas orang lain.

Selain itu, Pdt. Fresna mengajak jemaat agar tidak hanya menjadi pihak yang gemar mengkritik pemerintah atau keadaan bangsa, tetapi juga setia mendoakan Indonesia beserta para pemimpinnya.

“Jangan hanya pandai mengkritik, tetapi marilah kita juga berdoa bagi bangsa dan para pemimpin. Doa merupakan bentuk kepedulian kita agar Indonesia dipulihkan, baik secara ekonomi, sosial, maupun iman dan karakter,” katanya.

Menutup khotbahnya, Pdt. Fresna mengajak seluruh jemaat memperbarui komitmen untuk menjadi berkat di tengah masyarakat melalui sikap hidup yang benar, kepedulian terhadap sesama, serta kesetiaan mendoakan bangsa Indonesia.

“Berdoalah bagi bangsa, sebab melalui bangsa ini Tuhan juga menghadirkan berkat bagi umat-Nya,” tuturnya.

Popular Articles