KUPANG | KOMPAS.SBS — Kondisi ASN asal Kabupaten Rote Ndao yang sedang bertugas di Papua menjadi perhatian Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H. Upaya memberikan perlindungan, termasuk bagi keluarga ASN yang terdampak situasi di wilayah penugasan, dibahas Paulus bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Senin (14/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap ASN yang menjalankan tugas di luar daerah, khususnya mereka yang saat ini berada di Papua.
Dalam diskusi itu, Paulus menyampaikan pentingnya peran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara, termasuk ASN asal Rote Ndao yang sedang menjalankan tugas di Papua.
“Negara harus mampu melindungi warga negara, terutama ASN Rote Ndao yang sedang bertugas di Papua,” ujar Paulus.
Pembahasan juga mencakup kondisi keluarga ASN yang terdampak situasi di wilayah penugasan. Paulus berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi mereka sesuai ketentuan yang berlaku.
Paulus mengatakan Kepala BKN RI secara prinsip menyetujui adanya upaya pemindahan keluarga ASN yang terdampak dari Papua ke Rote Ndao.
Namun, pemindahan tersebut tidak serta-merta dilakukan. Prosesnya tetap harus mengikuti prosedur dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Menurut Paulus, perlindungan terhadap ASN dan keluarganya merupakan bagian dari tanggung jawab negara. Terlebih, ASN tetap menjalankan tugas kedinasan meskipun berada jauh dari daerah asal.
Selain membahas persoalan ASN di Papua, Paulus pada hari yang sama membuka tahapan klasikal Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Tahun 2026 bagi CPNS Pemerintah Kabupaten Rote Ndao Gelombang XIII.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Flobamorata Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang.
Paulus mengatakan tahapan klasikal merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, integritas, kedisiplinan, dan kompetensi calon ASN.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses pelatihan dengan sungguh-sungguh serta mempersiapkan diri menjadi aparatur yang profesional dan berintegritas.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri untuk menjadi ASN yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Paulus menegaskan ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
Perhatian terhadap ASN Rote Ndao yang bertugas di Papua serta pembentukan karakter melalui Latsar CPNS menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun aparatur yang profesional sekaligus memastikan ASN dan keluarganya mendapat perhatian sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

