BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
Bekali Warga Binaan Keterampilan, Budidaya Lele Panen hingga 200 Kilogram
MEULABOH –KOMPAS.SBSN | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan produktif, mulai dari pertanian, budidaya ikan lele, hingga peternakan ayam petelur. Program ini bertujuan memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar dapat mandiri setelah bebas.
Selain mendukung proses pembinaan, kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan membuka peluang bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan dari usaha produktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh, Tendi Kustendi, mengatakan pembinaan di lapas terdiri atas pembinaan kepribadian dan kemandirian. Hal itu disampaikannya kepada Kamis (22/10/2026).
Menurut Tendi, pembinaan kepribadian dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah instansi, di antaranya Kementerian Agama dan Dinas Sosial. Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada kegiatan produktif, seperti menanam kacang tanah, mentimun, pepaya California, membudidayakan ikan lele, serta beternak ayam petelur.
“Paling tidak, warga binaan memiliki bekal keterampilan setelah bebas, sehingga kemampuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mencari penghidupan di luar,” kata Tendi.
Baca juga : Beri Kesempatan Warga Binaan Lanjutkan Pendidikan, Lapas Blangpidie Buka Program Sekolah Kesetaraan
Salah satu program yang telah berjalan adalah budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal. Dalam satu kolam, pihak lapas dapat memelihara sekitar 5.000 ekor lele dengan masa pemeliharaan hingga panen sekitar tiga bulan.
Dari satu kali panen, hasil budidaya lele tersebut mencapai 150 hingga 200 kilogram. Hasil panen itu juga diminati pihak yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tendi menjelaskan, pendapatan dari penjualan hasil budidaya digunakan untuk menutupi biaya operasional. Sebagian hasilnya disetorkan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sedangkan warga binaan yang terlibat mendapatkan premi sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, pengembangan sektor pertanian masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan irigasi untuk penanaman padi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak lapas menjajaki kerja sama dengan Dinas Pertanian agar kegiatan penanaman padi dapat kembali dilaksanakan secara optimal.
Tendi mengungkapkan, anggaran tahun 2026 belum mencakup alokasi khusus untuk program pembinaan kemandirian. Anggaran yang tersedia masih diprioritaskan untuk membiayai gaji pegawai, kebutuhan makanan warga binaan, listrik, serta operasional perkantoran.
Oleh karena itu, pihak lapas menggandeng instansi terkait dan pihak ketiga untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan warga binaan.
Sebelum dilibatkan dalam kegiatan kerja, warga binaan terlebih dahulu harus menjalani asesmen dan mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Tahapan tersebut dilakukan untuk menilai kesiapan serta kesesuaian warga binaan dengan bidang keterampilan yang akan dijalani.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Meulaboh berharap warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal menjalani.
kehidupan mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
-Mj Eric Karno | Media KOMPAS.SBS
