ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Persekutuan Doa Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Sinode GMIT melalui Tim Pelayanan menghadirkan pelayanan pastoral dan pengobatan gratis bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Ba’a, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penguatan rohani, pendampingan, serta pelayanan kesehatan bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Pelayanan yang difasilitasi Lapas Kelas III Ba’a itu melibatkan Tim Pelayanan Sinode GMIT, tim medis dari Puskesmas Ba’a, pegawai Lapas, peserta magang, serta warga binaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Grestina Mooy. Dalam ibadah tersebut, warga binaan diajak untuk tetap memiliki pengharapan, menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta membangun semangat untuk memperbaiki kehidupan.
Suasana pelayanan kemudian berlanjut melalui bimbingan dan konseling yang diberikan Tim Pelayanan Sinode GMIT.
Melalui sesi tersebut, warga binaan mendapatkan ruang untuk memperoleh pendampingan dan arahan dalam menghadapi berbagai persoalan selama menjalani masa pembinaan.
Bagi warga binaan, kehadiran pelayanan pastoral tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan agar mereka tetap memiliki harapan untuk menata kembali kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Setelah pelayanan rohani dan konseling, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis oleh tim medis Puskesmas Ba’a.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus memberikan penanganan medis sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Lapas Apresiasi Dukungan Sinode GMIT
Kepala Lapas Kelas III Ba’a, Hariyadi N. Maikameng, menyampaikan apresiasi kepada Sinode GMIT, Puskesmas Ba’a, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurut Hariyadi, pelayanan pastoral dan kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sinode GMIT dan Puskesmas Ba’a yang telah memberikan pelayanan kepada warga binaan kami. Kegiatan ini sangat membantu pelaksanaan pembinaan di Lapas, khususnya dalam pembinaan kepribadian dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan,” ujar Hariyadi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan. Lapas tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam memberikan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang bermanfaat bagi mereka,” tambahnya.
Kegiatan dalam rangka HUT ke-25 Persekutuan Doa GMIT tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembinaan di Lapas tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa pidana, tetapi juga menyentuh aspek kerohanian, kesehatan, pendampingan, dan pemulihan kepribadian.
Bagi warga binaan, perhatian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan diri dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

