ROTE NDAO | KOMPAS.SBS — Harapan anak-anak daerah agar kekayaan tanah kelahirannya mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik perlahan menemukan jawabannya. Di tengah hamparan garam yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Rote Ndao, pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan tersebut terus dikawal Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Salah satunya dengan memastikan kelanjutan pembangunan K-SIGN tahap II di Kabupaten Rote Ndao dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, melakukan pertemuan dan audiensi bersama Direktur Jenderal PK beserta jajaran serta Direktur Nindya Karya pada Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan K-SIGN, terutama kelanjutan pembangunan tahap II di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah bersama pihak terkait membahas progres pekerjaan di lapangan serta berbagai hal yang masih perlu dikawal secara bersama-sama.
Pembahasan juga diarahkan pada langkah-langkah percepatan agar pembangunan K-SIGN dapat berjalan sesuai dengan tahapan dan rencana yang telah ditetapkan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, K-SIGN bukan semata-mata pembangunan sebuah kawasan industri. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan potensi garam daerah agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.
Potensi garam Rote Ndao diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya Indonesia menuju kemandirian garam nasional.
Di sisi lain, keberadaan K-SIGN juga membawa harapan terhadap terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat Rote Ndao.
Aktivitas industri yang berkembang di kawasan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang terbentuk.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menilai komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.
Koordinasi tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dapat dikawal dengan baik dan berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera dibahas serta dicarikan jalan keluarnya.
Bupati Paulus Henuk menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal perkembangan pembangunan K-SIGN, termasuk kelanjutan tahap II di Kabupaten Rote Ndao.
Menurut pemerintah daerah, keberhasilan pembangunan K-SIGN tidak hanya akan diukur dari berdirinya sebuah kawasan industri, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Harapannya, potensi garam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Rote Ndao dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan usaha masyarakat, dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan garam nasional.
Dengan pembangunan yang terus dikawal dan kolaborasi antarpihak yang semakin diperkuat, K-SIGN diharapkan menjadi salah satu jalan bagi Rote Ndao untuk menatap masa depan dengan memanfaatkan kekuatan yang telah lama dimilikinya.
Dari hamparan garam Rote, tersimpan harapan agar kekayaan daerah tidak hanya menjadi potensi, tetapi benar-benar berubah menjadi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat serta menjadi bagian dari kekuatan industri garam Indonesia.

