ROTE NDAO | KOMPAS.SBS — Pemimpin yang mau mendengar adalah pemimpin yang membuka ruang bagi terciptanya solusi. Semangat itulah yang ditunjukkan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., saat bertemu dengan jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, para maneleo, dan masyarakat Loaholu di rumah jabatan Bupati, Sabtu malam (19/09/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada malam Minggu tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas dan mencari solusi bersama atas persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Loaholu.
Dalam suasana kebersamaan, Bupati Paulus Henuk mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan komunikasi, saling memahami, dan semangat persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Demikian pula tokoh adat, yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan keharmonisan kehidupan bersama.
Pemerintah dan tokoh adat, kata Paulus, perlu terus bergandengan tangan karena memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kedamaian, persatuan, dan kepentingan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan yang sedang dibahas memiliki keterikatan kepentingan dari dua pihak.
Di satu sisi, terdapat kepentingan anak Leo dan keluarga adatnya. Di sisi lain, terdapat kepentingan masyarakat yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan pendekatan yang bijaksana agar setiap pihak memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan dan kepentingannya.
“Yang kita cari bukanlah siapa yang harus dikalahkan atau siapa yang harus dimenangkan, melainkan bagaimana menemukan jalan keluar yang adil, bijaksana, dan dapat diterima bersama,” demikian pesan Bupati Paulus Henuk dalam pertemuan tersebut.
Ia menegaskan bahwa adat harus dihormati, masyarakat harus dilindungi, dan pemerintah harus hadir untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak.
Bagi masyarakat, persoalan yang dihadapi bukan sekadar perkara yang membutuhkan penyelesaian, tetapi juga menyangkut hubungan sosial, rasa keadilan, dan keharmonisan hidup bersama.
Karena itu, ruang dialog menjadi penting untuk mempertemukan berbagai pandangan sekaligus membangun pemahaman bersama.
Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Suasana kebersamaan itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.
Bagi Bupati Paulus Henuk, makan malam bersama bukan sekadar kegiatan seremonial. Momen tersebut memiliki makna sebagai ruang untuk membangun kedekatan, membuka komunikasi, dan memperkuat rasa persaudaraan.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, kebersamaan menjadi pengingat bahwa setiap perbedaan perlu disikapi dengan kepala dingin dan hati yang terbuka.
Melalui pertemuan tersebut, Paulus berharap kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat terus terpelihara dalam menjaga kedamaian serta memperjuangkan kepentingan bersama.
Pemimpin yang mendengar, masyarakat yang didengar, dan adat yang dihormati menjadi bagian penting dalam membangun Rote Ndao yang damai dan bersatu.

