Top 5 This Week

Related Posts

Siswa SMA Kristen Indonesia Sejahtera Rote Ndao Borong Juara 1 dan 2 Lomba Cerdas Cermat Kimia Se-NTT

KUPANG | KOMPAS.SBS – Berangkat dari sebuah kabupaten kepulauan di ujung selatan Indonesia, siswa SMA Kristen Indonesia Sejahtera, Kabupaten Rote Ndao, membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan wilayah bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dua tim dari sekolah tersebut sukses memborong Juara 1 dan Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Kimia tingkat SMA/MA se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/09/2026).

Prestasi membanggakan itu menjadi kabar sukacita bagi dunia pendidikan Rote Ndao. Di tengah persaingan antarpelajar dari berbagai daerah di NTT, kedua tim tampil gemilang dan mengharumkan nama sekolah serta daerah asal mereka.

Tim C berhasil keluar sebagai juara pertama dengan raihan 1.450 poin. Atas pencapaian tersebut, tim ini berhak membawa pulang piala dan uang pembinaan sebesar Rp8 juta.

Sementara itu, Tim B menempati posisi kedua dengan perolehan 1.400 poin dan berhak menerima piala serta uang pembinaan sebesar Rp7 juta.

Selisih 50 poin antara kedua tim menunjukkan ketatnya persaingan dalam babak final. Menariknya, persaingan untuk memperebutkan posisi teratas justru mempertemukan dua tim dari sekolah yang sama.

Di balik kemenangan tersebut, ada kerja keras, ketekunan, dan perjuangan para siswa yang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

Kompetisi yang mengusung tema “Quiz Competition as a Forum for Developing a Critical, Innovative and Competitive Generation of Chemists” ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Lomba berlangsung pada 15–18 September 2026 dan diikuti pelajar SMA/MA dari berbagai daerah di Provinsi NTT.

Dalam babak final, Grup D SMA Katolik Frateran Ndao memperoleh 1.100 poin, sedangkan Grup A SMA Negeri 1 Atambua meraih 650 poin.

Tiga Tim Dikirim, Semuanya Tembus Semifinal

Guru pembimbing SMA Kristen Indonesia Sejahtera, Ramly Kornelis Tupu, S.Pd., Gr., M.M., mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian anak didiknya.

Ia mengatakan, sekolah mengirimkan tiga tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Hasilnya, seluruh tim berhasil melaju ke babak semifinal, sedangkan Tim C dan Tim B sukses mengamankan posisi juara pertama dan kedua.

“Kami tentu sangat senang dan bersyukur. Anak-anak bisa mencapai sejauh ini berkat usaha, kerja keras, ketekunan, serta campur tangan Tuhan Yesus,” ungkap Ramly kepada RakyatNTT.ID.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Para siswa menjalani persiapan melalui les tambahan untuk memperkuat penguasaan materi, sekaligus membangun mental dan kepercayaan diri menghadapi persaingan.

Ia menilai, ketekunan, kerja sama tim, dan mental juara menjadi bagian penting yang mengantarkan para siswa meraih prestasi tersebut.

Berjuang dengan Materi Kelas XII

Perjalanan menuju podium juara bukan tanpa tantangan. Sejumlah siswa yang mengikuti kompetisi masih duduk di kelas XI, sementara sebagian materi yang diujikan berasal dari pelajaran kelas XII.

Kondisi tersebut menuntut para siswa untuk belajar lebih giat dan memahami materi yang belum seluruhnya mereka peroleh dalam pembelajaran reguler.

Tantangan semakin terasa ketika memasuki babak final. Kedua tim dari SMA Kristen Indonesia Sejahtera harus berhadapan dengan persaingan ketat, termasuk menghadapi rekan satu sekolah sendiri.

Salah seorang siswa mengungkapkan bahwa lawan terberat mereka justru berasal dari sekolah yang sama.

“Lawan kami adalah dari sekolah kami sendiri yang justru menjadi lawan terberat kami,” ungkap salah satu siswa.

Ketegangan di panggung final juga sempat membuat para peserta gugup. Bahkan, beberapa siswa mengaku sempat mengalami blank ketika menghadapi pertanyaan.

Namun, kekompakan menjadi kekuatan mereka. Para anggota tim saling membantu, menguatkan, dan berusaha tetap fokus untuk menyelesaikan setiap pertanyaan yang diberikan.

Pesan Juara untuk Generasi Muda Rote Ndao

Di balik piala dan hadiah uang pembinaan, tersimpan pesan sederhana dari para siswa yang berhasil mengharumkan nama daerahnya.

Mereka mengajak siswa lainnya agar tidak menyerah ketika menghadapi tantangan dan berani mencoba kesempatan yang ada.

“Jangan takut gagal, jangan takut mencoba. Tetap andalkan Tuhan dan usahakan yang terbaik,” pesan para juara kepada siswa lainnya.

Bagi SMA Kristen Indonesia Sejahtera, pencapaian ini menjadi buah dari perjuangan panjang para siswa, dukungan guru pembimbing, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang.

Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pelajar dari Rote Ndao, sebuah kabupaten kepulauan di ujung selatan NTT, memiliki kesempatan untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat provinsi.

Dari ruang belajar di daerah kepulauan hingga panggung kompetisi di Kupang, perjuangan Tim C dan Tim B menjadi inspirasi bagi generasi muda Rote Ndao untuk terus bermimpi, berusaha, dan berani menunjukkan kemampuan mereka.

Kemenangan ini bukan sekadar tentang dua piala yang dibawa pulang, tetapi juga tentang semangat anak-anak daerah yang membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, kebersamaan, dan doa dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.

Daftar Juara dari SMA Kristen Indonesia Sejahtera Rote Ndao

Juara 1 – Tim C
Piala dan uang pembinaan Rp8 juta.

  1. Zneijder G. D. Adu
  2. Chevyanto P. Bolu
  3. Malfinas Kedoh

Juara 2 – Tim B
Piala dan uang pembinaan Rp7 juta.

  1. Grace J. A. Hakh
  2. Gysca M. A. Henuk
  3. Serany D. Kiak

Popular Articles