Top 5 This Week

Related Posts

Panglima Panji Yosua GMIM Tegaskan: Usut Tuntas Kematian Pnt. Tommy Wagiu, Jangan Main Hakim Sendiri

Breaking news;

KOMPAS.SBS- SULUT: MANADO- Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM, James Sumendap, SH., MH., menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas meninggalnya Pnt. Tommy Wagiu, yang berdasarkan informasi yang beredar diduga menjadi korban tindakan kekerasan pada 10 September 2026.

James menegaskan, Panji Yosua GMIM tidak akan tinggal diam terhadap persoalan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Namun, ia meminta seluruh jajaran dan anggota Panji Yosua untuk tetap tenang serta tidak mengambil tindakan sendiri.

“Jangan terpancing, jangan bertindak sendiri, jangan main hakim sendiri, dan tetap satu komando,” tegas James dalam pernyataannya, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, Panji Yosua hadir untuk menjaga dan melindungi, bukan melakukan kekerasan. Karena itu, seluruh persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dengan tetap menjunjung kasih, persaudaraan, dan ketertiban.

Meski menghormati proses hukum serta asas praduga tak bersalah, James meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Pnt. Tommy Wagiu.

“Usut peristiwa ini sampai tuntas. Ungkap seluruh rangkaian peristiwa, siapa yang bertanggung jawab, motif dan latar belakangnya. Pastikan seluruh fakta diperiksa secara profesional,” ujarnya.

James juga menegaskan bahwa apabila dalam proses hukum ditemukan bukti yang cukup, pihak yang terbukti bersalah harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa intervensi maupun perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu.

“Tidak boleh ada yang kebal terhadap hukum. Tidak boleh ada intervensi dan tidak boleh ada impunitas,” tegasnya.

Kepada seluruh Panglima, Komandan Rayon, pengurus, komandan hingga anggota Panji Yosua, James kembali mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, melakukan provokasi, mengancam pihak mana pun, maupun melakukan tindakan kekerasan.

Jika terdapat informasi atau persoalan terkait perkara tersebut, seluruh anggota diminta menyampaikannya kepada pimpinan dan aparat penegak hukum.

James juga menyampaikan dukungan kepada keluarga almarhum Pnt. Tommy Wagiu. Ia memastikan keluarga korban tidak sendiri dan Panji Yosua P/KB GMIM turut merasakan dukacita yang mendalam.

“Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Serahkan pembalasan kepada Tuhan dan percayakan proses keadilan kepada hukum,” pesannya.

Lebih lanjut, James menegaskan bahwa Panji Yosua tidak akan mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum maupun bertindak sebagai “hakim jalanan”. Namun, Panji Yosua akan tetap mengawal aspirasi keluarga korban, gereja, Pelayan Khusus dan masyarakat melalui cara yang damai, tertib, bermartabat dan sesuai hukum.

“Damai bukan berarti diam. Mengampuni bukan berarti membenarkan kekerasan. Menghormati hukum bukan berarti membiarkan ketidakadilan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, James mengajak seluruh jajaran Panji Yosua P/KB GMIM menjaga persaudaraan, keamanan masyarakat dan wibawa GMIM, sembari tetap berani menyuarakan kebenaran dan meminta keadilan.

“Bukan membalas, tetapi menuntut keadilan. Usut tuntas, tegakkan hukum, lindungi Pelayan Khusus, jangan ada kekerasan dan jangan ada impunitas,” pungkas James Sumendap.

Popular Articles