Top 5 This Week

Related Posts

Perkuat Penanganan Karhutla, Kapolres Bengkayang Cek Posko dan Sebar Peralatan Pemadam ke Sejumlah Polsek

Bengkayang, Kalbar – Kompas.SBS Polres Bengkayang Polda Kalbar terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., turun langsung melakukan pengecekan Posko Desa Tanggap Bencana dan Karhutla di Mapolsek Samalantan, Kabupaten Bengkayang, Senin (24/8/2026) sore.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla maupun bencana alam lainnya.

Kapolres didampingi Kasat Samapta, Kasat Intelkam, Kapolsek Samalantan, serta sejumlah unsur terkait. Hadir pula Batuud Koramil Samalantan, Sekcam Samalantan, Kepala Desa Bukit Serayan, perangkat desa dan relawan Damkar Samalantan.

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Syahirul Awab juga menyerahkan peralatan pemadam Karhutla inventaris Polres Bengkayang kepada Polsek Samalantan.

Peralatan yang diserahkan terdiri dari dua helm pemadam, dua masker asap, dua filter khusus asap, dua baju khusus SAR, dua pasang sarung tangan, dua pasang sepatu SAR, dua senter dan dua gear bags.

Tidak berhenti di Samalantan, Kapolres Bengkayang kemudian melanjutkan pengecekan dan penyerahan peralatan serupa ke Polsek Capkala dan Polsek Monterado.

Peralatan pemadam Karhutla tersebut juga telah disalurkan kepada Polsek Sungai Raya Kepulauan dan Polsek Sungai Raya.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan personel di tingkat kewilayahan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Bengkayang mengatakan, kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kita ingin memastikan personel, peralatan dan koordinasi antarinstansi benar-benar siap. Ketika terjadi kebakaran, kita harus bisa bergerak cepat agar api tidak meluas,” ujar AKBP Syahirul Awab.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan pemadam kebakaran hingga masyarakat.

“Pencegahan dan penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi. Posko menjadi tempat koordinasi sehingga setiap informasi mengenai potensi maupun kejadian kebakaran dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Ia menegaskan, pencegahan harus menjadi langkah utama karena kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan berdampak terhadap lingkungan, kesehatan serta aktivitas masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan adanya titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Dengan pengecekan posko serta distribusi peralatan pemadam ke sejumlah Polsek, Polres Bengkayang berharap kesiapsiagaan penanganan Karhutla semakin kuat dan respons terhadap setiap kejadian di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.

(Hms)

(Publish: Hamdani)

Popular Articles