Top 5 This Week

Related Posts

Reses II DPRD Rote Ndao, Warga Baadale Soroti Jalan Rusak hingga Ancaman Longsor

Don Foto Desain Kompas.sbs. 2026

ROTE NDAO | KOMPAS SBS – Sebanyak 128 warga Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, menghadiri kegiatan Reses II Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2024–2029, Capt. Mesak Bailao, A.Md., M.Mar., Tahun Anggaran 2026. Jumat (07/08/2026)

Kegiatan reses tersebut berlangsung di RT 010/RW 005, Dusun Mekar, Desa Baadale, Kecamatan Lobalain. Warga yang hadir berasal dari lima dusun di Desa Baadale.

Mereka terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi kepada wakil rakyat, terutama terkait persoalan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, akses antarwilayah, hingga pengembangan potensi pariwisata.

Salah satu warga, Nemuel Kueain, S.H., menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur di Desa Baadale.

Ia meminta pemerintah memperhatikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT), khususnya di Dusun Mekar.

Menurut Nemuel, kondisi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah tersebut juga perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengancam permukiman warga akibat longsor.

“Sejumlah infrastruktur penunjang perlu mendapat perhatian, terutama jalan yang rusak dan pembangunan TPT di Dusun Mekar karena kondisi DAS saat ini mengancam permukiman warga,” ujar Nemuel.

Sementara itu, warga lainnya, Adrianus Ndolu, mengusulkan pembangunan jalan penghubung kawasan pesisir dari Namondao, Kelurahan Namodale, menuju Desa Baadale.

Jalan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan hingga Desa Daudolu dan terhubung dengan Kecamatan Loaholu serta Kecamatan Rote Barat.

Menurut Adrianus, pembangunan akses tersebut dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Aspirasi lainnya disampaikan Daniel Tulle, warga Dusun Ndudale. Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap penentuan desil kesejahteraan masyarakat.

Daniel menilai masih ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi warga dengan kategori desil dalam pendataan.

“Masih ditemukan pendataan yang tidak akurat dalam penentuan kategori desil bagi warga. Ada warga yang ekonominya rendah dan tinggal di rumah yang tidak layak huni, tetapi masuk kategori desil 5 sampai 10,” kata Daniel.

Ia berharap pemerintah melakukan verifikasi dan evaluasi data secara berkala agar program dan bantuan pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pada akhir kegiatan, Tokoh Adat (Manaleo), Junus Toudengga, menyampaikan aspirasi terkait keberadaan ikon pariwisata tiang bendera di wilayah tersebut.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, DPRD, dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bersinergi menata kawasan tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Junus menilai pembangunan fasilitas pariwisata tidak cukup hanya sampai pada tahap pembangunan fisik, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan yang mampu memberikan dampak ekonomi.

“Kami meminta Pemda, DPRD, dan OPD teknis tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan ada dampak dan kontribusi bagi daerah serta masyarakat setempat,” ujar Junus.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Capt. Mesak Bailao mengatakan dirinya tidak ingin memberikan janji kepada masyarakat. Namun, sebagai wakil rakyat, ia memastikan setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan sesuai dengan kewenangan DPRD.

Ia mengatakan akan berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pembenahan infrastruktur dan persoalan pembangunan di Desa Baadale.

“Menjadi wakil rakyat berarti harus siap melayani masyarakat dengan niat tulus dan tanpa pandang bulu. Kami dipilih masyarakat untuk berjuang dan melayani sebaik-baiknya dengan niat tulus,” kata Mesak.

Kegiatan Reses II tersebut dihadiri 128 warga yang berasal dari lima dusun di Desa Baadale.

Para peserta terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat umum. Berbagai aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan bagi DPRD Kabupaten Rote Ndao untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

Popular Articles