Doc Foto Evaluasi Pelayanan Puskesmas Rote Barat Daya. 2026
KOMOAS.SBS | ROTE NDAO – Kepala Puskesmas Rote Barat Daya, Welhelmina D.Leoanak menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk melahirkan di fasilitas kesehatan meskipun Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah menyediakan berbagai kemudahan layanan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, transportasi hingga pendampingan tenaga kesehatan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan yang digelar Puskesmas Rote Barat Daya sebagai forum evaluasi pelayanan kesehatan selama satu bulan terakhir. Rabu (29/07/2926)
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskesmas Rote Barat Daya, Welhelmina, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setiap akhir bulan untuk mengevaluasi capaian pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu).
“Lokakarya mini bulanan menjadi wadah bagi kami untuk mengevaluasi seluruh pelayanan, mengidentifikasi kendala di lapangan, kemudian mencari solusi agar pelayanan kesehatan semakin baik dan target program dapat tercapai,” ujarnya.
Selain evaluasi bulanan yang melibatkan seluruh tenaga kesehatan, Puskesmas juga menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektor setiap tiga bulan sekali bersama pemerintah kecamatan, kepala desa, dan unsur terkait lainnya guna memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan.
Dalam evaluasi tersebut, isu yang paling mendapat perhatian adalah upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta penanganan stunting.
Menurut Welhelmina, tantangan terbesar bukan lagi keterbatasan fasilitas maupun dukungan pemerintah, melainkan pola pikir dan perilaku sebagian masyarakat yang masih memilih melahirkan di rumah tanpa didampingi tenaga kesehatan.
Ia mencontohkan, terdapat seorang ibu hamil yang telah mendapat pendampingan penuh sejak awal kehamilan oleh bidan desa, menjalani pemeriksaan rutin hingga dijemput untuk pemeriksaan USG. Namun saat proses persalinan berlangsung, ibu tersebut memilih melahirkan di rumah tanpa menghubungi petugas kesehatan.
“Padahal tinggal satu tahapan lagi, yaitu persalinan di fasilitas kesehatan. Semua proses pendampingan sudah dilakukan secara maksimal oleh bidan desa, tetapi akhirnya persalinan tetap dilakukan di rumah,” katanya.
Meski kasus tersebut tidak banyak, Welhelmina menilai satu atau dua kejadian saja sudah menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Karena itu, pihaknya akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, suami, dan keluarga yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan saat persalinan.
“Kami tidak akan bosan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Harapan kami, seluruh ibu hamil bersalin di fasilitas kesehatan agar keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin,” ujarnya.
Selain persoalan perilaku masyarakat, Puskesmas Rote Barat Daya juga menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan.
Welhelmina mengungkapkan sekitar delapan Pustu di wilayah kerjanya mengalami kerusakan berat. Dua di antaranya, yakni Pustu Aikbafok dan Pustu Dale Keisa, bahkan membutuhkan pembangunan gedung baru karena status lahan lama sudah tidak memungkinkan lagi digunakan.
Menurutnya, usulan pembangunan dan rehabilitasi telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Di sisi lain, pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Landu dan Pulau Nusa juga masih terkendala transportasi. Selama ini petugas harus menyewa perahu setiap kali memberikan pelayanan sehingga respons terhadap kondisi darurat sering terkendala.
Karena itu, Puskesmas berharap pemerintah dapat menyediakan perahu motor khusus sebagai sarana operasional pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Menutup keterangannya, Welhelmina mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
“Jangan menganggap penyuluhan kesehatan sebagai hal yang biasa. Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Jika ada informasi yang belum dipahami, silakan bertanya kepada tenaga kesehatan agar kita bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” tuturnya.

