PALI, SUMSEL – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan Purun Timur di Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2025–2026 mendadak menuai sanggahan keras dari warga setempat.
Proyek yang dikerjakan oleh penyedia jasa PT Sriwijaya Prakasa Abadi dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender tersebut dinilai sarat masalah. Pada Selasa (28/7/2026), sejumlah warga Desa Betung Satu ( Purun Timur) turun ke lokasi untuk mempertanyakan perubahan teknis konstruksi yang dinilai merugikan kualitas fisik pembangunan.
Parit Diduga Diubah Tak Sesuai Spesifikasi
Di lokasi pembangunan, warga mempertanyakan alasan kontraktor mengubah metode pengerjaan parit/drainase jalan. Pengecoran parit yang seharusnya menggunakan material beton sesuai standar teknis, diduga kuat diubah spesifikasinya secara sepihak di lapangan.
Saat dikonfirmasi warga di lokasi, perwakilan pihak PT Sriwijaya Prakasa Abadi berdalih bahwa mereka bekerja berdasarkan surat penyerahan dari pihak pabrik jawaban yang dinilai warga sebagai bentuk pengakuan bahwa spesifikasi awal memang telah diubah atau tidak mampu dipenuhi.
Mirisnya, perubahan spesifikasi pekerjaan yang berpotensi menurunkan mutu fisik bangunan ini sama sekali tidak diketahui oleh pihak Pemerintah Desa Purun Timur.
Warga Desak APH dan Instansi Terkait Lakukan Audit Total
Geram atas tindakan kontraktor yang terkesan kebal hukum dan tidak memberikan efek jera, perwakilan masyarakat Desa Purun Timur secara tegas meminta pihak berwenang, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi pengawas, untuk segera turun tangan.
“Kami warga Desa Purun Timur meminta kepada pihak-pihak berwenang untuk melakukan audit menyeluruh atas kebenaran proyek ini, mulai dari titik awal pengerjaan (start pertama) hingga progres saat ini,” tegas salah seorang warga di lokasi.
Masyarakat berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak pengawas APBN tidak menutup mata terhadap indikasi penyimpangan ini, agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia untuk pembangunan yang asal jadi.
Sampai brita ini di terbitkan tidak pihak perusahaan yang tidak dapat di hubungi.

