Doc Foto Gotong Royong Masyarakat Desa Sakubatun.2026
ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Pemerintah Desa Sukabatun bersama masyarakat menggelar kegiatan gotong royong untuk menormalisasi saluran drainase di Desa Sukabatun, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini kerap menggenangi permukiman warga setiap musim hujan.
Kegiatan gotong royong tersebut merupakan hasil keputusan bersama antara Pemerintah Desa Sukabatun, para ketua RT, ketua RW, dan masyarakat setelah banyak warga mengeluhkan luapan air hujan akibat saluran drainase yang tersumbat sehingga mengakibatkan genangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Normalisasi drainase meliputi penggalian kembali selokan yang mengalami pendangkalan, pembersihan saluran yang tersumbat, serta penambahan galian saluran baru. Total panjang saluran yang dikerjakan mencapai sekitar 100 meter.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Sukabatun, Kecamatan Rote Barat Daya, Donald Mooy. Ia mengatakan kegiatan itu difasilitasi oleh Pemerintah Desa Sukabatun dengan melibatkan seluruh masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini sebesar Rp8 juta. Karena anggaran desa masih terbatas, pekerjaan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh masyarakat Desa Sukabatun,” ujar Donald Mooy.
Menurut Donald, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa belum mampu melaksanakan pembangunan fisik secara permanen. Oleh karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat berinisiatif melakukan normalisasi drainase sebagai solusi sementara untuk mengurangi risiko banjir.
Ia menjelaskan bahwa ruas jalan yang menjadi lokasi kegiatan merupakan jalan provinsi, sehingga pembangunan drainase maupun gorong-gorong permanen menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dapat memberikan perhatian agar penanganan banjir di wilayah ini dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.
Donald Mooy menambahkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir berada di Dusun Mberah, tepatnya di RT 005/RW 003. Meski demikian, kegiatan gotong royong tersebut melibatkan seluruh warga Desa Sukabatun sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Selain mewawancarai pemerintah desa, KOMPAS.SBS juga mewawancarai sejumlah warga yang mengikuti kegiatan gotong royong. Mereka mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Sukabatun dalam memfasilitasi normalisasi drainase. Namun, warga menilai penanganan sementara tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.
Masyarakat berharap Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Simson Polin, dapat memperjuangkan aspirasi mereka di tingkat provinsi. Warga meminta agar pembangunan drainase dan gorong-gorong permanen di ruas jalan provinsi yang melintasi Desa Sukabatun dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga banjir tidak lagi mengancam permukiman setiap musim hujan.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur permanen sangat dibutuhkan karena kondisi saluran yang ada sudah tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Mereka berharap adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, KOMPAS.SBS telah berupaya mengonfirmasi harapan masyarakat tersebut kepada Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Simson Polin. Namun, yang bersangkutan sedang mengikuti agenda rapat sehingga belum dapat memberikan tanggapan secara langsung. Media telah menyampaikan permintaan konfirmasi melalui pesan suara (voice note). Apabila tanggapan telah diterima, KOMPAS.SBS akan memuatnya pada pemberitaan berikutnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.
Pemerintah Desa Sukabatun dan masyarakat berharap normalisasi drainase yang dilakukan secara gotong royong ini dapat memperlancar aliran air dan mengurangi genangan selama musim hujan. Meski demikian, mereka menilai solusi jangka panjang tetap memerlukan pembangunan drainase dan gorong-gorong permanen agar persoalan banjir di Desa Sukabatun dapat diselesaikan secara tuntas.
