Top 5 This Week

Related Posts

Akar Masalah BBM Terungkap! Polda Sumut Gelar Rakor, Ini Langkah Konkretnya

Kompas.SBS – MEDAN
Guna mengatasi lonjakan antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Polda Sumatera Utara bersama instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Distribusi BBM. Hasilnya, para pihak sepakat melakukan langkah percepatan normalisasi pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi kembali. Rapat berlangsung di Aula Catur Prasetya Polda Sumut, Rabu (15/7/2026).

Rakor dihadiri Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Dr. Dwi Tunggal Jaladri, SH, SIK, M.Hum, Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, Kadis Perindag ESDM Sumut Dedy Jaminsyah Purba, GM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, Ketua Hiswana Migas Sumut Rajali Husein, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Karo Ops Polda Sumut menjelaskan, hingga 14 Juli tercatat 125 dari total 324 SPBU di Sumut terdampak gangguan distribusi. Antisipasi hal tersebut, pihak kepolisian telah mengerahkan 786 personel untuk pengamanan dan pengawalan pasokan. Bahkan, Polda menyiapkan 10 personel cadangan yang siap membantu sebagai pengemudi maupun awak mobil tangki jika dibutuhkan.

“Hasil pemantauan menunjukkan adanya keterlambatan pasokan dan keterbatasan awak mobil tangki. Kami lakukan pengawalan ketat agar penyaluran berjalan tepat waktu dan bebas penyimpangan,” tegasnya.

Sementara itu, Dir Intelkam Polda Sumut memaparkan hasil analisis lapangan soal akar permasalahan:

Gangguan tenaga kerja menyebabkan penyesuaian operasional terminal, sehingga pasokan ke SPBU hanya berjalan bertahap
​
Terjadi krisis pengemudi truk tangki akibat pemberhentian sejumlah pengemudi yang melanggar aturan
​
Akibatnya, SPBU rata-rata hanya menerima sekitar setengah dari permintaan harian, memicu kehabisan stok dan antrean panjang.

Kadis Perindag ESDM Sumut Dedy Jaminsyah Purba menegaskan masyarakat butuh tindakan nyata, bukan penjelasan berlarut-larut. Ia menyampaikan pesan Gubernur Sumut: “Kami minta Pertamina segera kembalikan kondisi normal. Ada tiga hal yang harus dipenuhi: kepastian waktu pemulihan, langkah konkret, dan strategi jangka panjang agar masalah ini tidak terulang.”

Dukungan juga datang dari pelaku usaha. Ketua Hiswana Migas Sumut Rajali Husein menginstruksikan seluruh SPBU jalur lintas beroperasi 24 jam, namun mengakui situasi cukup berat hingga memicu gesekan antarwarga. Perwakilan Hiswana Migas lainnya, Indah Sari Karo-karo, meminta dukungan penuh aparat untuk mengawal distribusi.

Kapolrestabes Medan menambahkan, penanganan antrean ini ibarat penanganan situasi darurat. Di Medan, 91 SPBU dipantau ketat dengan mobil patroli untuk kelancaran arus dan keamanan. Pihaknya juga mengimbau agar tidak menyebarkan informasi menyesatkan yang memicu kepanikan, apalagi memanfaatkan situasi untuk kejahatan.

“Kami sudah temukan kasus perkelahian hingga warga pingsan saat mengantre. Oleh karena itu, seluruh langkah dilakukan untuk menenangkan masyarakat sekaligus memulihkan pasokan BBM secepatnya,” pungkasnya.

(Warianto)

Popular Articles