Top 5 This Week

Related Posts

Geger! KPK Geledah Disdik Langkat, Bawa Pergi 3 Koper & 1 Kardus Dokumen Rahasia Proyek Suap

Kompas.SBS – LANGKAT
Ketegangan menyelimuti Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Langkat, Rabu (8/7/2026). Sejak pagi, sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat sibuk melakukan penggeledahan intensif di berbagai ruangan kantor tersebut. Aksi ini merupakan bagian dari pendalaman kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Langkat nonaktif, H. Syah Afandin alias “Ondim”.

Suasana makin mencekam dengan kehadiran armada pengamanan, termasuk mobil Brimob dan Toyota Innova milik penyidik, yang parkir di halaman kantor. Penggeledahan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari.

Sita Bukti Fantastis: 3 Koper & 1 Kardus
Puncak kegiatan terjadi sekitar pukul 12.31 WIB, ketika tim KPK keluar dari gedung membawa barang bukti signifikan. Petugas terlihat mengusung tiga koper besar dan satu kardus yang diduga berisi dokumen-dokumen krusial terkait pengadaan proyek di lingkungan Disdik Langkat.

Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Ilhamsyah Bangun, yang juga diperiksa sebagai saksi kunci, membenarkan adanya penyitaan tersebut. Namun, ia enggan merinci isi dokumen demi menjaga kerahasiaan penyidikan.

“Dalam rangka melengkapi bukti-bukti untuk dakwaan, mereka melakukan penggeledahan di semua ruangan yang dianggap relevan. Sejauh ini, dokumen-dokumen yang dibutuhkan telah mereka ambil,” kata Ilhamsyah singkat kepada wartawan usai penggeledahan.

Ilhamsyah: Saya Hanya Saksi, Bukan Tersangka
Ilhamsyah menegaskan bahwa statusnya saat ini adalah saksi, bukan tersangka. Ia mengakui telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik di Polrestabes Medan sebelumnya.

“Kami dipanggil KPK. Saya termasuk yang diperiksa di Polrestabes. Hari ini mereka kembali ke sini untuk melengkapi berkas,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai dugaan suap terkait 80 paket pekerjaan di Disdik Langkat yang menjadi salah satu poin utama dalam OTT Bupati Ondim, Ilhamsyah memilih bungkam. “Itu sudah masuk substansi dakwaan. Saya tidak bisa menyampaikan detailnya karena ada rangkaian acara hukum yang harus dijalani. Kita tunggu saja perkembangan resminya,” ujarnya hati-hati.

Jejak Korupsi di Sektor Pendidikan
Penggeledahan ini mengonfirmasi bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu sarang korupsi terbesar di Langkat. Sebelumnya, terungkap bahwa Bupati Ondim diduga meminta fee 10% dari setiap proyek di Disdik. Dengan 80 paket pekerjaan yang nilainya mencapai miliaran rupiah, potensi kerugian negara dan uang suap yang mengalir sangat masif.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merilis keterangan resmi mengenai detail dokumen yang disita. Namun, langkah agresif penyidik ini mengindikasikan bahwa jaringan korupsi di Disdik Langkat mungkin lebih luas dari sekadar keterlibatan mantan bupati.

Publik kini menunggu: Apakah akan ada pejabat lain di Disdik Langkat yang akan menyusul Ondim mengenakan rompi oranye?

(Red)

Popular Articles