KEPAHIANG, kompas sbs
Di tengah gempuran kopi sachet, Chinhonha Coffee asal Kabupaten Kepahiang, Bengkulu memilih jalan berbeda. UMKM dengan jargon *”Jual Isi Bukan Kemasan”* ini fokus menjual kualitas biji kopi lokal langsung ke pembeli, mulai dari green bean, roastbean, hingga kopi bubuk.
Pantauan kompas sbs di kedai Chinhonha Coffee, pemilik usaha terlihat menyortir biji kopi hijau atau green bean di atas meja panjang. Beberapa tumpukan biji dipisah sesuai grade. “Sortir manual ini wajib biar yang sampai ke konsumen cuma biji terbaik,” kata pemilik saat ditemui di kedainya, Senin (8/7/2026).
Chinhonha Coffee yang punya papan nama kayu dengan logo mahkota bertuliskan “Chie Nhoe Nha Coffee” ini mengandalkan biji kopi dari petani Kepahiang. Salah satu produk unggulannya adalah *Coffee 3 in 1*, perpaduan Robusta, Arabika, Liberika yang diklaim punya body tebal tapi tetap ada sentuhan fruity dan sweet.
Tak hanya proses produksi yang ketat, Chinhonha Coffee juga punya prestasi. Usaha ini tercatat meraih *Juara 2 Cupping Show Bencoolen Fest 2025*. Piala dan piagamnya dipajang di etalase kaca bersama puluhan kemasan kopi kaleng dan standing pouch.
Bernard Mateus Suliawan menyebut, nama “Chi Nho Nha” adalah plesetan dari Si Nona berarti Gadis Lajang, Kopi dari tangan pertama, kopi langsung dari Tangan petani. Ia berharap Chinhonha bisa jadi ikon oleh-oleh Kepahiang. “Kami ingin orang tahu, kopi Kepahiang itu gak kalah dari daerah lain, ia punya ciri khas juga” ujarnya.
Saat ini Chinhonha Coffee menjual produk mulai harga Rp 90.000,- Pembeli bisa memilih tingkat gilingan dan datang langsung ke kedai, pesan via WhatsApp di 0853-7978-9323 atau Lewat Instagram @chinhonha.official. Pembayaran sudah bisa menggunakan QRIS.
Papan nama Chinhonha Coffee dengan logo mahkota di Kepahiang, Bengkulu. UMKM ini mengusung nama “Chie Nhoe Nha Coffee”.
kompas sbs Ray zam

