MAKASSAR – KOMPAS.Dunia pendidikan di Kota Makassar kembali diguncang isu komersialisasi yang mencekik leher masyarakat bawah.
Kali ini, SMAN 14 Jl. Baji Minasa No.9, Tamarunang, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Makassar menjadi sorotan tajam setelah mematok biaya paket seragam sekolah dengan angka yang dianggap tidak masuk akal dan “memeras” kantong orangtua murid di tengah jeratan krisis ekonomi.
Berdasarkan dokumen daftar biaya yang bocor ke tangan wali murid, pihak sekolah secara resmi membanderol paket seragam siswi putri dengan harga fantastis mencapai Rp1.900.000 Sementara untuk siswa putra, harga paket “wajib” ini dipatok sebesar Rp1.600.000. Selasa 8/07/2026
Angka yang dinilai sangat mengada-ada untuk ukuran sekolah negeri yang dibiayai negara.
“Ini bukan lagi sekadar biaya sekolah, ini pemerasan berkedok atribut! Di saat mencari uang susah, kami dipaksa membayar jutaan rupiah hanya untuk selembar kain,” ketus salah satu orangtua calon siswa
Modus Ganti Model Rok: Diduga Sengaja Agar Seragam Bekas Tak Layak Pakai?
Kecurigaan adanya motif bisnis di balik kebijakan ini makin menguat. Orangtua siswa berharap sekolah memberikan kelonggaran agar mereka bisa membeli seragam putih-abu-abu sendiri di pasar tradisional yang harganya jauh lebih murah, atau memanfaatkan seragam bekas layak pakai dari kakak kelas atau keluarga.
Salah satu wali murid membeberkan fakta miris. Keponakannya yang baru saja lulus dari SMAN 14 Makassar sebenarnya meninggalkan dua rok abu-abu yang kondisinya masih sangat mulus dan sangat layak pakai.
Namun, pihak sekolah secara sepihak menolak dan mengharamkan penggunaan seragam lama tersebut.
Alasannya sangat menggelikan sekaligus menjengkelkan:
Pihak sekolah mendadak mengubah kebijakan model rok, dari yang dulunya model span kini diwajibkan menggunakan model rok lipit.
“Kalau seragam putih abu-abu masih bagus, kenapa dilarang? Sengaja diubah jadi rok lipit supaya kami tidak bisa pakai baju bekas dan terpaksa harus beli paket Rp1,9 juta ini? Ini akal-akalan!” protesnya dengan nada geram.
Ancaman Psikologis:
“Tidak Sesuai Aturan, Siswa Diusir Pulang!”
Sikap arogan oknum di sekolah tersebut tidak berhenti sampai di situ. Orangtua siswa mengaku mendapat ancaman terselubung dari oknum guru di SMAN 14 Makassar.
Jika nekat menyekolahkan anaknya dengan seragam yang tidak dibeli dari sekolah atau tidak sesuai ketentuan sepihak tersebut, sang anak akan menerima sanksi sosial yang berat.
“Katanya, kalau anak memakai seragam yang berbeda (tidak beli di sekolah), langsung disuruh pulang oleh pihak sekolah.
Ini namanya intimidasi psikologis terhadap anak kami yang baru mau belajar!” tuturnya dengan penuh kekecewaan.
Biaya di SMAN 14 Makassar ini melonjak berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan SMA Negeri lain di Kota Makassar yang masih memiliki nurani.
Di sekolah lain, paket serupa hanya berkisar Rp750 ribu hingga Rp1 juta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SMAN 14 Makassar memilih bungkam seribu bahasa. Tidak ada keterangan resmi maupun pembelaan yang dikeluarkan terkait tarif seragam yang mencekik ini.
Wartawan masih terus mengejar konfirmasi dari pihak kepala sekolah dan dinas terkait guna membongkar karut-marut dugaan komersialisasi di SMA Negeri ini. (Tim)

