*`MASUK SEMESTER 2 TA 2026, KPKH TANYA: BUMD KAB. SUBANG SUDAH SETOR PAD BERAPA? “JANGAN JADI BEBAN APBD”`*
Kompas sbs,Subang – 6 Juli 2026 Komunitas Penikmat Kopi Hitam Subang menyoroti kinerja keuangan BUMD di Kabupaten Subang seiring masuknya Semester 2 Tahun Anggaran 2026.
KPKH mempertanyakan `transparansi setoran PAD/ Pendapatan Asli Daerah` dari seluruh BUMD kepada Kas Daerah. Publik berhak tahu `BUMD untung atau buntung`.
*ANALISIS & PERNYATAAN*
“Juli itu sudah `tengah tahun`. APBD 2026 harusnya sudah `50% jalan`. Pertanyaannya: `BUMD kita sudah nyumbang berapa ke kas daerah?`” tegas Pram.
“Jangan sampai BUMD `minta suntikan modal terus dari APBD`, tapi `pas setor dividen diem-dieman`. Itu namanya `beban, bukan aset daerah`,” lanjut Pram.
*3 PERTANYAAN TERBUKA KPKH KEPADA PEMKAB & BAPENDA:*
1. *`Berapa Total Setoran PAD dari BUMD`*
`Rinci per BUMD` per 30 Juni 2026. Mulai dari PT Bank Subang, PDAM Tirta Rangga, PT Subang Sejahtera, PT Subang Energi Abadi. `Target vs Realisasi berapa %?`
2. *`BUMD Mana yang Nunggak / Rugi`*
Sebutkan `nama BUMD yang belum setor sepeserpun`. Dan sebutkan `BUMD yang minta PMD/penyertaan modal` di APBD 2026. `Jangan ditutup-tutupi`.
3. *`Transparansi Laporan Keuangan`*
Kapan `Laporan Keuangan BUMD Audited 2025` dipublikasikan? Rakyat mau tahu `direksi dapat gaji berapa, bonus berapa`.
*2 DAMPAK JIKA BUMD TIDAK TRANSPARAN SETOR PAD:*
1. *`APBD 2026 Terganggu`*
PAD dari BUMD itu untuk `bangun jalan, sekolah, puskesmas`. Kalau BUMD nggak nyetor, `program rakyat yang dikorbankan`.
2. *`Rawan Jadi Sarang Korupsi`*
BUMD yang `tidak sesuai target setor tapi terus dapat PMD` adalah `ladang bancakan`. Uang rakyat muter di situ-situ aja.
*TUNTUTAN KPKH:*
1. *`Kepada Bupati & Sekda`*
`Rilis Daftar Setoran PAD BUMD Semester 1 2026` ke publik dalam 7 hari. `Buka-bukaan`.
2. *`Kepada DPRD Komisi II & III`*
Gelar `RDP Kinerja BUMD`. Panggil semua Dirut. `Tanya 1-1: Laba berapa, Setor PAD berapa, Gaji berapa`.
*PENUTUP:*
“ BUMD harus jadi lokomotif ekonomi`. Di Subang jangan sampai `lokomotifnya malah minta disubsidi terus`. `Buka datanya Pak`,” tutup Pram.
*Narahubung KPKH*:
*Pram*
Reporter Kompas sbs
D.Jekiw.

