*
Kompas sbs, Subang – Bantuan sapi 8 ekor dan 1cator tahun 2022 dari DPR RI Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) yang diserahkan kepada kelompok tani mekarsari2, Desa Ci mayasari, raib, pasalnya sapi yang seharusnya 8 ekor tinggal 7 ekor.
Menurut keterangan kelompok Tani mekarsari Asep Carla bahwa cator masih ada, dan 1ekor sapi mati,saat dikonfirmasi lewat telpon selasa (16/6/2026).
Rona Sulaeman mantan KA, pusat Kesehatan hewan membenarkan bahwa1ekor sapi mati dan dikuburkan dekat kandang , dokumen keterangan kematian sapi tersebut ada di kelompok tani mekarsari 2 kata Rona kepada awak media.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KOMPAK Subang Dedi Rosyadi, meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan Negeri Subang, segera melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Kami minta aparat penegak hukum untuk menelusuri keberadaan 7ekor sapi yang tersisa tersebut, jika adanya pelanggaran hukum, maka proses penegakan harus dilakukan secara profesional dan transparan, ” Ujar Dedi.
Dedi minta APH audit fisik dan pertanyakan berita acara (BA) dan pastikan ada berita acara kematian dari mentri hewan dan
Periksa Surat keputusan (SK) asli dari kementrian terkait yang mendistribusikan program aspirasi DPR RI tahun 2022 tersebut.
Dan yang terpenting Pertanyakan berita acara serah terima (BAST).
Dokumen ini memuat daftar nama anggota kelompok tani yang menerima bantuan beserta tanda tangan pihak yang bertanggung jawab pungkasnya.
Reporter Kompas sbs
D. Jekiw.
